Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:15 WIB
loading...
Selamat Tinggal 24 Jam...
Rotasi Bumi terus melambat. Foto/ndtv
A A A
BEIJING - Gagasan sehari 24 jam di Bumi mungkin tidak permanen, terdengar seperti fiksi ilmiah. Namun para ilmuwan mengkonfirmasi hal itu sedang terjadi.

Rotasi planet Bumi memang melambat, yang berarti hari akan menjadi lebih panjang, tetapi itu bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Di internet, beberapa unggahan viral mengemukakan konsep ilmiah jangka panjang seolah-olah itu mungkin akan segera terjadi, yang menyebabkan kebingungan dan rasa ingin tahu.

Namun, ini adalah proses yang sangat lambat, tidak dapat dirasakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan ini akan memakan waktu ratusan juta tahun dan tidak berdampak pada jam atau kalender kita saat ini.

Apa Artinya bagi Bumi dalam Jangka Panjang?


Rotasi Bumi melambat, yang berarti 24 jam sehari pada akhirnya akan digantikan oleh 25 jam sehari, tetapi tidak dalam waktu sekitar 200 juta tahun lagi.

Rotasi Bumi melambat akibat gesekan pasang surut dari Bulan, memperpanjang hari sekitar 1,7 milidetik per abad.

Meskipun tren jangka panjangnya melambat, fluktuasi jangka pendek yang disebabkan kondisi atmosfer atau pencairan es dapat sedikit mengubah kecepatan putaran.

Perlu dicatat, putaran Bumi melambat karena kombinasi beberapa faktor:

Pasang surut Bulan: Gaya gravitasi Bulan pada lautan Bumi menyebabkan gesekan, yang memperlambat putaran planet sekaligus secara bertahap mendorong Bulan semakin jauh.

Pergerakan inti dan mantel: Pergeseran besi cair di inti luar dan perubahan di mantel mendistribusikan kembali massa Bumi, secara halus mengubah rotasinya.

Gletser dan permukaan laut: Saat es mencair atau menumpuk, redistribusi berat antara daratan dan laut sedikit mengubah kecepatan putaran Bumi.

Atmosfer dan angin: Pola angin skala besar dan sistem iklim mempertukarkan momentum sudut antara atmosfer dan permukaan planet, memengaruhi kecepatan rotasi.

Gaya-gaya ini terakumulasi selama miliaran tahun, memperpanjang hari-hari kita. Bahkan, hari-hari dulunya jauh lebih pendek. Di era dinosaurus, satu hari hanya sekitar 23 jam.

Dampak 25 Jam Sehari pada Manusia


Jika satu hari tiba-tiba menjadi 25 jam, kita perlu memikirkan kembali seluruh sistem penanggalan kita. Hal itu juga akan mengganggu jam internal kita.

Tubuh kita dan hampir semua makhluk hidup berjalan berdasarkan ritme sirkadian 24 jam yang mengatur pola tidur, hormon, dan banyak lagi.

Ritme sirkadian berevolusi untuk selaras dengan hari 24 jam, sehingga setiap perubahan panjang hari dapat membuat sistem biologis tidak sinkron.

Penelitian menunjukkan gangguan seperti kerja shift malam, jet lag, atau pola tidur yang tidak konsisten dapat mengganggu jam internal ini, meningkatkan risiko gangguan metabolisme, masalah suasana hati, dan masalah yang berkaitan dengan jantung.

Jika hari di Bumi memanjang secara signifikan, organisme hidup kemungkinan akan beradaptasi dari waktu ke waktu melalui perubahan evolusi, tetapi penyesuaiannya akan bertahap dan menantang.

Baca juga: Warga Palestina Pertaruhkan Nyawa Mereka Seberangi Tembok Pemisah untuk Mencapai Yerusalem
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Manusia Tak...
Mengapa Manusia Tak ke Bulan Lagi setelah Lebih dari 50 Tahun? Ini Jawabannya
Elon Musk Berencana...
Elon Musk Berencana Bangun Kota di Bulan yang Tumbuh Sendiri
Rusia akan Bangun Pembangkit...
Rusia akan Bangun Pembangkit Listrik di Bulan dalam 10 Tahun
AS Ingin Bangun Reaktor...
AS Ingin Bangun Reaktor Nuklir Pertama di Bulan, Kalahkan Rusia dan China
13 Negara Gabung Proyek...
13 Negara Gabung Proyek Stasiun Bulan Rusia dan China, Ada Indonesia?
Berapa Umur Bumi?
Berapa Umur Bumi?
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved