2025, Tahun Paling Sukses dalam Sejarah Suriah

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:36 WIB
loading...
A A A
Memang, tahun lalu membawa gelombang normalisasi diplomatik. Suriah memulihkan hubungan regional dan internasional, melihat sanksi AS dan Eropa dicabut atau ditangguhkan, dan bergabung kembali dengan forum global utama.

Negara yang lelah perang itu muncul kembali di pertemuan-pertemuan penting termasuk KTT Liga Arab di Baghdad, KTT Rusia-Arab, Forum Ekonomi Dunia di Davos, dan Forum Doha.

Momentum itu mencapai puncaknya pada bulan November dengan kunjungan Presiden sementara Ahmad Al-Sharaa ke Gedung Putih, kunjungan pertama oleh seorang pemimpin Suriah sejak kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1946.

Selama perjalanan tersebut, Suriah secara resmi bergabung dengan Koalisi Global pimpinan AS melawan Daesh, beberapa hari setelah Departemen Keuangan AS menghapus Al-Sharaa, mantan pendukung Al-Qaeda yang pernah memiliki hadiah USD10 juta untuk penangkapannya, dari daftar tersebut. Daftar Sanksi Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus.

Demikian pula, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang didukung AS pada 6 November yang menghapus Al-Sharaa dan Menteri Dalam Negeri Anas Hasan Khattab dari daftar tersebut, sebuah langkah yang secara luas dilihat sebagai sinyal kuat pengakuan internasional atas transisi politik Suriah.

Kemajuan diplomatik ini menyusul momen dramatis pada 8 Desember 2024, ketika Assad melarikan diri ke Moskow saat koalisi kelompok pemberontak, yang dipimpin oleh Al-Sharaa, komandan kelompok bersenjata Hayat Tahrir Al-Sham saat itu, merebut Damaskus dalam serangan kilat.

Dalam waktu dua bulan, komando militer baru menunjuk Al-Sharaa sebagai presiden transisi, mencabut konstitusi 2012, dan membubarkan parlemen, tentara, dan badan keamanan rezim.

Pada bulan Maret, ia menandatangani rancangan deklarasi konstitusional yang menetapkan periode transisi lima tahun dan mengumumkan kabinet transisi.

Bantuan ekonomi segera menyusul. Uni Eropa menangguhkan sanksi utama; Inggris mencabut pembekuan aset dan sebagian besar sanksi; dan AS mengakhiri program sanksi komprehensifnya dan dua kali menangguhkan Undang-Undang Caesar sebelum mencabutnya secara permanen pada 17 Desember — sebuah langkah yang diyakini banyak orang akan memfasilitasi investasi asing dan mempercepat rekonstruksi.

Undang-Undang Caesar telah lama menghalangi bank-bank Suriah untuk mengakses sistem keuangan global, membatasi transfer eksternal dan membatasi hubungan perbankan korespondensi. Pencabutannya menandai puncak dari upaya diplomatik berkelanjutan yang dipimpin oleh Riyadh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Luis Figo Ramaikan Pesta...
Luis Figo Ramaikan Pesta Bola HGI 2026, KORMINAS Perkuat Pengembangan Olahraga Pikiran
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Selebrasi Liar Lautaro...
Selebrasi Liar Lautaro Martinez Lolos dari Kartu Merah, Begini Penjelasan FIFA
Berita Terkini
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved