Menteri Bahrain: Normalisasi dengan Israel Lindungi Kami dari Iran
Rabu, 16 September 2020 - 10:30 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri Bahrain Sheikh Rashid Bin Abdullah Al Khalifa. Foto/REUTERS
A
A
A
MANAMAH - Menteri Dalam Negeri Bahrain Sheikh Rashid Bin Abdullah Al Khalifa mengklaim kesepakatan normalisasi dengan Israel tidak meninggalkan hak rakyat Palestina tapi melindungi Bahrain dari Iran.
Bahrain menjadi negara kedua di Teluk yang menormalisasi hubungan dengan Israel setelah Uni Emirat Arab (UEA). Amerika Serikat (AS) menjadi mediator dalam dua kesepakatan itu. (Baca juga : Brutal, 3.500 Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Era Netanyahu )
“Ini tidak meninggalkan rakyat Palestina . Ini untuk memperkuat keamanan Bahrain dan stabilitas ekonominya. Jika Palestina adalah alasan Arab kami, maka Bahrain adalah alasan fatal kami,” ujar Sheikh Rashid Bin Abdullah Al Khalifa dilansir Memo.
“ Iran telah memilih berperilaku dengan cara dominasi dalam beberapa bentuk dan menjaid bahaya konstan yang merusak keamanan internal kami,” papar Al Khalifa. (Baca juga : Mampu Deteksi SpO2, Bisakah Smartwatch Kenali Awal Gejala Covid-19? )
“Situasi regional membuat kami menghadapi ancaman yang terus berlangsung selama beberapa tahun terakhir, yang sebagian besar telah ditangkal. Tidak bijak untuk melihat ancaman itu dan menunggunya mencapai kami jika kami dapat menghindarinya,” tutur dia.
Bahrain menjadi negara kedua di Teluk yang menormalisasi hubungan dengan Israel setelah Uni Emirat Arab (UEA). Amerika Serikat (AS) menjadi mediator dalam dua kesepakatan itu. (Baca juga : Brutal, 3.500 Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Era Netanyahu )
“Ini tidak meninggalkan rakyat Palestina . Ini untuk memperkuat keamanan Bahrain dan stabilitas ekonominya. Jika Palestina adalah alasan Arab kami, maka Bahrain adalah alasan fatal kami,” ujar Sheikh Rashid Bin Abdullah Al Khalifa dilansir Memo.
“ Iran telah memilih berperilaku dengan cara dominasi dalam beberapa bentuk dan menjaid bahaya konstan yang merusak keamanan internal kami,” papar Al Khalifa. (Baca juga : Mampu Deteksi SpO2, Bisakah Smartwatch Kenali Awal Gejala Covid-19? )
“Situasi regional membuat kami menghadapi ancaman yang terus berlangsung selama beberapa tahun terakhir, yang sebagian besar telah ditangkal. Tidak bijak untuk melihat ancaman itu dan menunggunya mencapai kami jika kami dapat menghindarinya,” tutur dia.
Lihat Juga :