4 Alasan Ukraina Selalu Menarget Jenderal Rusia, Salah Satunya Menebar Ketakutan pada Para Pemimpin Militer

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:08 WIB
loading...
4 Alasan Ukraina Selalu...
Banyak jenderal Rusia yang dibunuh oleh agen intelijen Ukraina. Foto/X/@NAFOvoyager
A A A
MOSKOW - Seorang jenderal Rusia tewas akibat bom mobil di Moskow selatan, kata para penyelidik, menambahkan bahwa mereka menduga dinas rahasia Ukraina mungkin berada di balik serangan tersebut.

Bom tersebut meledak di bawah sebuah SUV yang dikendarai oleh Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, kepala direktorat pelatihan operasional militer Staf Umum Rusia, saat ia meninggalkan tempat parkir pada pukul 06.55 (03.55 GMT).

4 Alasan Ukraina Selalu Menarget Jenderal Rusia, Salah Satunya Menebar Ketakutan pada Para Pemimpin Militer

1. Jenderal Rusia Memiliki Peran Strategis

Analis militer Marina Miron, analis di Departemen Studi Pertahanan di King’s College London mengatakan bahwa badan keamanan Ukraina akan tertarik untuk membunuh Sarvarov karena peran strategisnya, yang tidak akan mudah digantikan.

“Kemungkinan besar, Dinas Keamanan Ukraina, FDU, mampu melakukan operasi semacam itu, dan mereka mungkin juga tertarik untuk melenyapkan personel militer berpangkat tinggi di Rusia, karena jenderal tersebut sangat penting untuk pelatihan operasional,” kata Miron kepada Al Jazeera.

Baca Juga: Siapa Fanil Sarvarov? Jenderal Rusia yang Tewas dalam Ledakan Bom Mobil di Moskow

2. Memiliki Pengalaman Pertempuran dan Perencanaan Perang

Sarvarov membawa pengalaman penting dalam pertempuran dan perencanaan operasional ke tentara Rusia, termasuk di Chechnya, Suriah, dan Ukraina.

“Jadi, dia adalah tokoh kunci di Kementerian Pertahanan Rusia – akan ada alasan logis bagi dinas keamanan Ukraina untuk mencoba menargetkan dan melenyapkan sebanyak mungkin tokoh kunci tersebut untuk melemahkan militer Rusia di tingkat strategis,” kata Miron, menambahkan bahwa tidak akan mudah untuk menggantikan tokoh penting seperti itu.

3. Menanamkan Rasa Takut pada Para Jenderal Rusia Lainnya

Maria Miron, analis di Departemen Studi Pertahanan di King’s College London, mengatakan pembunuhan pejabat militer Rusia berpangkat tinggi tersebut merupakan bagian dari strategi Ukraina untuk menanamkan rasa takut pada para pemimpin militer Rusia saat mereka berjuang untuk melawan pasukan Rusia di garis depan.

“Ini adalah pesan langsung kepada para jenderal lainnya dan khususnya kepada para petinggi militer Rusia untuk menciptakan rasa takut karena ini adalah pembunuhan. Ini bukan seseorang yang terbunuh di medan perang,” kata Miron kepada Al Jazeera.

4. Ukraina Ingin Menunjukkan Kekuatannya

“Bagi Ukraina, ini adalah cara untuk menunjukkan kekuatannya karena ini adalah modus peperangan yang dapat disebut sebagai ‘tidak teratur’, mengingat Ukraina sedang mengalami kemunduran di medan perang,” kata analis tersebut.

Menurut Miron, inilah mengapa badan intelijen Ukraina proaktif dalam melakukan serangan terhadap fasilitas Rusia, kilang minyak, dan jenderal-jenderal berpangkat tinggi di wilayah Rusia.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
5 Negara Calon Pemimpin...
5 Negara Calon Pemimpin Baru NATO, Salah Satunya Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved