Trump: Akan Bijaksana bagi Maduro Jika Lengser dari Kekuasaanya di Venezuela
Selasa, 23 Desember 2025 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Menurut seorang pejabat AS, kapal tanker minyak ketiga sedang dikejar pasukan Penjaga Pantai Washington.
"Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington di Laut Karibia, yang dapat memiliki konsekuensi serius bagi kawasan ini, dan mengancam pelayaran internasional," kata Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil.
"Pihak Rusia menegaskan kembali dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan dan rakyat Venezuela dalam konteks saat ini," imbuh kementerian tersebut.
Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diklaim Washington, tanpa memberikan bukti, sebagai kapal yang menyelundupkan narkoba di Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.
Lebih dari 100 orang telah tewas—beberapa di antaranya adalah nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka.
Presiden Trump pada 16 Desember juga mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal minyak yang dikenai sanksi, yang berlayar ke dan dari Venezuela.
Trump mengeklaim Caracas di bawah Maduro menggunakan uang minyak untuk membiayai "terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan."
Dia juga menuduh Venezuela mengambil "semua minyak AS"—dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada nasionalisasi sektor perminyakan negara tersebut, dan mengatakan: "Kami menginginkannya kembali."
"Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington di Laut Karibia, yang dapat memiliki konsekuensi serius bagi kawasan ini, dan mengancam pelayaran internasional," kata Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil.
"Pihak Rusia menegaskan kembali dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan dan rakyat Venezuela dalam konteks saat ini," imbuh kementerian tersebut.
Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diklaim Washington, tanpa memberikan bukti, sebagai kapal yang menyelundupkan narkoba di Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.
Lebih dari 100 orang telah tewas—beberapa di antaranya adalah nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka.
Presiden Trump pada 16 Desember juga mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal minyak yang dikenai sanksi, yang berlayar ke dan dari Venezuela.
Trump mengeklaim Caracas di bawah Maduro menggunakan uang minyak untuk membiayai "terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan."
Dia juga menuduh Venezuela mengambil "semua minyak AS"—dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada nasionalisasi sektor perminyakan negara tersebut, dan mengatakan: "Kami menginginkannya kembali."
Lihat Juga :