Erdogan Disebut Minta Putin Ambil Kembali Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35

Jum'at, 19 Desember 2025 - 08:46 WIB
loading...
Erdogan Disebut Minta...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dilaporkan telah minta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengambil kembali sistem rudal S-400 dari Ankara agar Turki bisa beli jet tempur F-35 AS. Foto/The Aviation Geek Club
A A A
ANKARA - Sebuah laporan dari media Amerika Serikat (AS) mengungkap bahwa Turki berupaya mengembalikan sistem pertahanan rudal S-400 yang dibelinya dari Rusia. Ini sebagai upaya Ankara agar bisa membeli jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat.

Laporan yang diterbitkan Bloomberg tersebut juga menyatakan Ankara meminta pengembalian dana miliaran dolar yang telah dihabiskannya untuk membeli sistem pertahanan udara canggih Moskow itu. Bahkan, Ankara mungkin akan meminta pengurangan dari tagihan impor minyak dan gas alamnya dari Rusia.

Menurut sumber-sumber yang mengetahui masalah ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengangkat isu S-400 dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama pertemuan di Turkmenistan pekan lalu, menyusul diskusi serupa yang telah terjadi sebelumnya antara pejabat kedua negara.

Baca Juga: AS Isyaratkan Turki Segera Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35

Kepresidenan Turki dan Kementerian Pertahanan-nya menolak berkomentar. Sedangkan Kremlin membantah adanya permintaan yang diajukan Erdogan tersebut selama pertemuannya dengan Putin.

Mengutip laporan dari Bloomberg, Jumat (19/12/2025), langkah Erdogan ini menyusul meningkatnya tekanan dari Washington untuk melepaskan teknologi canggih Rusia itu.

Kepemilikan sistem rudal S-400 oleh Turki dan keinginannya untuk bergabung kembali dengan program F-35 muncul selama pertemuan Erdogan di Gedung Putih dengan Presiden AS Donald Trump pada bulan September.

Sekutu dekat Trump, Tom Barrack, yang merupakan duta besar untuk Turki, mengatakan awal bulan ini bahwa Ankara semakin dekat untuk melepaskan S-400, dan memperkirakan masalah ini dapat diselesaikan dalam empat hingga enam bulan ke depan.

Menurut sumber-sumber tersebut, melepaskan peralatan militer Rusia dapat meningkatkan hubungan Turki dengan AS secara signifikan. Itu juga membuka jalan menuju pencabutan sanksi Amerika terhadap industri pertahanan Turki dan akses Ankara terhadap pesawat tempur F-35.

Seorang diplomat senior Turki baru-baru ini mengatakan bahwa dia memperkirakan sanksi tersebut akan dicabut tahun depan.

Turki membeli sistem S-400 dari Rusia selama periode keterasingan dari sekutu-sekutunya di Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO), yang dimulai selama masa kepresidenan Barack Obama di AS dan semakin memburuk setelah upaya kudeta yang gagal terhadap Erdogan pada tahun 2016. Pada saat itu, Turki juga berupaya membeli sistem rudal Patriot buatan AS tetapi mengeklaim Washington tidak berkomitmen untuk menyelesaikan kesepakatan.

Turki berharap perannya sebagai mediator antara Rusia dan Ukraina akan mendorong Moskow untuk menerima permintaan tersebut, kata sumber-sumber itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena sensitivitas subjek tersebut.

Pengembalian Dana Sistem Rudal S-400


Ankara juga meminta pengembalian dana miliaran dolar yang dihabiskannya untuk membeli sistem pertahanan udara tersebut, imbuh sumber-sumber tersebut. Hal itu meningkatkan kemungkinan Turki meminta pengurangan dari tagihan impor minyak dan gas alamnya dari Rusia, meskipun mereka menambahkan bahwa hal ini harus dinegosiasikan.

Namun, biaya sistem rudal dan radar S-400 tidak sebanding dengan modal diplomatik yang dapat diperoleh Turki dengan sekutu NATO—dan khususnya Trump—jika Turki menyingkirkan sistem tersebut, kata sumber-sumber tersebut.

NATO mengatakan Rusia dapat memperoleh intelijen penting jika Turki menggunakan S-400 bersama jet-jet tempur Barat. Saat ini, Ankara tidak mengoperasikan sistem rudal canggih Rusia tersebut.

Turki adalah rumah bagi tentara terbesar aliansi militer NATO setelah AS dan sering dituduh terlalu dekat dengan Moskow. Erdogan membantah hal itu, tetapi mengatakan negaranya membutuhkan kebijakan luar negeri yang seimbang.

Posisi Erdogan terhadap Rusia dan perangnya di Ukraina merupakan contoh dari sikap tersebut. Dia menolak untuk menjatuhkan sanksi kepada Moskow tetapi telah membatasi kemampuannya untuk mengirim kapal militer ke Laut Hitam melalui Selat Bosporus dan telah mengirimkan persenjataan ke Kyiv.

Selain itu, Erdogan memiliki hubungan yang kuat dengan Trump dan Putin.

AS mengeluarkan Ankara dari program F-35 pada tahun 2019 sebagai respons terhadap akuisisi S-400 Rusia. Washington kemudian memberlakukan Undang-Undang Penanggulangan Musuh Amerika Melalui Sanksi, yang dikenal sebagai CAATSA, pada tahun 2020 untuk menghentikan industri pertahanan Turki mengakses teknologi sensitif.

Pesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp secara luas dianggap sebagai jet paling canggih di dunia. F-35 dikenal sebagai "quarterback" langit karena kemampuannya untuk mengoordinasikan serangan dengan pesawat dan drone lain, dan harganya lebih dari USD100 juta per unit untuk versi termahalnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Pecah Rekor Adu Penalti
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Berita Terkini
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved