55.000 Keluarga Terdampak Badai dan Banjir di Gaza
Kamis, 18 Desember 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Amnesty International menyatakan pada hari Rabu, seperti dilaporkan Anadolu, bahwa kehancuran dan penderitaan akibat hujan lebat dan badai yang melanda Gaza adalah konsekuensi yang dapat diprediksi dari genosida yang terus berlanjut yang dilakukan Israel dan merupakan "tragedi yang sepenuhnya dapat dicegah."
Kelompok hak asasi manusia internasional tersebut mengatakan pemandangan mengerikan berupa tenda-tenda yang terendam banjir dan bangunan-bangunan yang runtuh di Gaza yang muncul dalam beberapa hari terakhir "tidak dapat sepenuhnya disalahkan pada cuaca buruk."
"Ini adalah konsekuensi yang dapat diprediksi dari genosida yang terus berlanjut yang dilakukan Israel dan kebijakan yang disengaja untuk menghalangi masuknya tempat penampungan dan bahan perbaikan bagi para pengungsi," ungkap Erika Guevara Rosas, direktur senior Amnesty International untuk penelitian, advokasi, kebijakan, dan kampanye.
Menekankan bagaimana Israel hanya mengizinkan pasokan yang sangat terbatas untuk mencapai penduduk di wilayah tersebut, pernyataan itu mengatakan ini merupakan indikasi lebih lanjut bahwa otoritas Israel terus "dengan sengaja menimbulkan kondisi kehidupan pada warga Palestina di Gaza yang diperhitungkan untuk menyebabkan kehancuran fisik mereka – suatu tindakan yang dilarang berdasarkan Konvensi Genosida."
“Kehancuran dan kematian yang disebabkan badai di Gaza memberikan peringatan lain kepada komunitas internasional, yang dibayar dengan nyawa orang-orang yang telah berhasil bertahan hidup selama dua tahun genosida yang terus dilakukan Israel,” tegas Rosas.
Kelompok hak asasi manusia internasional tersebut mengatakan pemandangan mengerikan berupa tenda-tenda yang terendam banjir dan bangunan-bangunan yang runtuh di Gaza yang muncul dalam beberapa hari terakhir "tidak dapat sepenuhnya disalahkan pada cuaca buruk."
"Ini adalah konsekuensi yang dapat diprediksi dari genosida yang terus berlanjut yang dilakukan Israel dan kebijakan yang disengaja untuk menghalangi masuknya tempat penampungan dan bahan perbaikan bagi para pengungsi," ungkap Erika Guevara Rosas, direktur senior Amnesty International untuk penelitian, advokasi, kebijakan, dan kampanye.
Menekankan bagaimana Israel hanya mengizinkan pasokan yang sangat terbatas untuk mencapai penduduk di wilayah tersebut, pernyataan itu mengatakan ini merupakan indikasi lebih lanjut bahwa otoritas Israel terus "dengan sengaja menimbulkan kondisi kehidupan pada warga Palestina di Gaza yang diperhitungkan untuk menyebabkan kehancuran fisik mereka – suatu tindakan yang dilarang berdasarkan Konvensi Genosida."
“Kehancuran dan kematian yang disebabkan badai di Gaza memberikan peringatan lain kepada komunitas internasional, yang dibayar dengan nyawa orang-orang yang telah berhasil bertahan hidup selama dua tahun genosida yang terus dilakukan Israel,” tegas Rosas.
Lihat Juga :