Wapres Venezuela Kecam Ancaman Trump tentang Blokade Minyak, Perang Segera Terjadi?
Rabu, 17 Desember 2025 - 15:29 WIB
loading...
Wapres Venezuela kecam ancaman Donald Trump tentang blokade minyak. Foto/X/@dana916
A
A
A
CARACAS - Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengecam blokade minyak Presiden AS Donald Trump terhadap negara itu. Dia mengatakan retorika “intervensionis dan kolonial” Trump membuktikan rencana Washington yang telah lama ada untuk merebut sumber daya alam Venezuela. Pernyataan tegas Venezuela tersebut jadi sinyal perang segera terjadi?
Trump mengumumkan langkah tersebut dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Selasa, menggambarkannya sebagai “blokade total dan lengkap terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari Venezuela.”
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa malam, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan pernyataan Trump mengungkapkan “niat sebenarnya” Amerika Serikat “untuk mengambil alih minyak, tanah, dan mineral Venezuela.”
Pemerintah menolak klaim Trump bahwa Venezuela telah "mencuri" aset dari Washington dan mengecam retorikanya sebagai "intervensionis dan kolonialistis."
Pernyataan tersebut menuduh presiden AS melanggar hukum internasional, perdagangan bebas, dan kebebasan navigasi dengan memerintahkan pasukan angkatan laut AS di Karibia untuk mencegah "kapal tanker yang dikenai sanksi" memasuki atau meninggalkan perairan Venezuela.
Trump mengumumkan langkah tersebut dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Selasa, menggambarkannya sebagai “blokade total dan lengkap terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari Venezuela.”
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa malam, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan pernyataan Trump mengungkapkan “niat sebenarnya” Amerika Serikat “untuk mengambil alih minyak, tanah, dan mineral Venezuela.”
Pemerintah menolak klaim Trump bahwa Venezuela telah "mencuri" aset dari Washington dan mengecam retorikanya sebagai "intervensionis dan kolonialistis."
Pernyataan tersebut menuduh presiden AS melanggar hukum internasional, perdagangan bebas, dan kebebasan navigasi dengan memerintahkan pasukan angkatan laut AS di Karibia untuk mencegah "kapal tanker yang dikenai sanksi" memasuki atau meninggalkan perairan Venezuela.
Lihat Juga :