Trump Perluas Larangan Perjalanan AS hingga Mencakup Suriah dan Palestina
Rabu, 17 Desember 2025 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
“Beberapa kelompok teroris yang ditetapkan AS beroperasi aktif di Tepi Barat atau Jalur Gaza dan telah membunuh warga negara Amerika. Selain itu, perang baru-baru ini di daerah-daerah ini kemungkinan mengakibatkan terganggunya kemampuan pemeriksaan dan penyaringan,” ungkap Gedung Putih.
“Mengingat faktor-faktor ini, dan mengingat lemahnya atau tidak adanya kendali yang dilakukan oleh Otoritas Palestina (PA) atas daerah-daerah ini, individu yang mencoba bepergian dengan dokumen perjalanan yang dikeluarkan atau disetujui oleh PA saat ini tidak dapat diperiksa dan disetujui dengan benar untuk masuk ke Amerika Serikat.”
Anggota Kongres Demokrat Rashida Tlaib, yang berketurunan Palestina, mengecam larangan tersebut, menuduh Trump dan ajudan utamanya Stephen Miller berupaya mengubah demografi negara tersebut.
“Kekejaman rasis pemerintahan ini tidak mengenal batas, memperluas larangan perjalanan mereka untuk mencakup lebih banyak negara Afrika dan negara mayoritas Muslim, bahkan warga Palestina yang melarikan diri dari genosida,” katanya dalam unggahan di media sosial.
Langkah untuk melarang warga Palestina memasuki AS dilakukan ketika Israel terus melakukan serangan mematikan setiap hari di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, di mana pemukim Israel telah membunuh setidaknya dua warga AS tahun ini.
Sementara itu, larangan terhadap warga Suriah bertepatan dengan upaya pendekatan antara Washington dan Damaskus setelah Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengunjungi Gedung Putih pada bulan November.
“Mengingat faktor-faktor ini, dan mengingat lemahnya atau tidak adanya kendali yang dilakukan oleh Otoritas Palestina (PA) atas daerah-daerah ini, individu yang mencoba bepergian dengan dokumen perjalanan yang dikeluarkan atau disetujui oleh PA saat ini tidak dapat diperiksa dan disetujui dengan benar untuk masuk ke Amerika Serikat.”
Anggota Kongres Demokrat Rashida Tlaib, yang berketurunan Palestina, mengecam larangan tersebut, menuduh Trump dan ajudan utamanya Stephen Miller berupaya mengubah demografi negara tersebut.
“Kekejaman rasis pemerintahan ini tidak mengenal batas, memperluas larangan perjalanan mereka untuk mencakup lebih banyak negara Afrika dan negara mayoritas Muslim, bahkan warga Palestina yang melarikan diri dari genosida,” katanya dalam unggahan di media sosial.
Langkah untuk melarang warga Palestina memasuki AS dilakukan ketika Israel terus melakukan serangan mematikan setiap hari di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, di mana pemukim Israel telah membunuh setidaknya dua warga AS tahun ini.
Sementara itu, larangan terhadap warga Suriah bertepatan dengan upaya pendekatan antara Washington dan Damaskus setelah Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengunjungi Gedung Putih pada bulan November.
Lihat Juga :