Iran Ledek AS karena Menjiplak Drone Shahed lalu Mengerahkannya ke Timur Tengah

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:46 WIB
loading...
A A A
Iran menyerahkan desain Shahed kepada Rusia untuk digunakan dalam invasi skala penuhnya ke Ukraina, yang dengan nama Geran-2 telah diproduksi secara massal untuk menimbulkan malapetaka di kota-kota dan medan perang di sana.

Para pejabat pertahanan AS mengatakan kepada CNN dan media lain bahwa pengerahan drone tiruan ini menandai upaya untuk "membalikkan keadaan" setelah bertahun-tahun Iran dan sekutu bersenjatanya menggunakan drone murah untuk menyerang posisi AS, termasuk serangan tahun 2024 di Yordania yang dituduhkan kepada milisi Irak yang menewaskan tiga tentara Amerika.

Dorongan Washington yang terlambat untuk memproduksi drone sekali pakai secara massal terjadi ketika platform berbiaya rendah semakin mendominasi konflik dari Ukraina hingga Laut Merah.

Para pejabat AS belum mengungkapkan jumlah drone LUCAS yang sekarang berada di wilayah tersebut, hanya mengatakan bahwa "banyak" yang sudah dikerahkan dan lebih banyak lagi yang akan datang.

Dengan harga sekitar USD35.000 per unit, drone ini tetap jauh lebih mahal daripada model yang diproduksi di Iran, China, atau Rusia, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan analis tentang apakah Pentagon dapat meningkatkan produksi dengan cukup cepat atau cukup murah untuk menandingi produksi lawan-lawannya.

Bagai Duri di Tenggorokan


Juru bicara militer Iran tersebut mengatakan ancaman AS dan Israel baru-baru ini terhadap Teheran adalah "khayalan", dan menegaskan bahwa perang singkat pada bulan Juni telah menunjukkan bagaimana ancaman tersebut runtuh "di medan pertempuran yang sebenarnya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved