Jenderal Senior IRGC Ungkap Trump dan Netanyahu Berkomplot Dukung Kudeta Iran
Kamis, 11 Desember 2025 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Namanya terinspirasi oleh Garda Javidan era Akhemenid, sebuah kelompok militer yang menurut catatan sejarah kuno memiliki kekuatan dan keberanian di medan perang.
Pada bulan-bulan terakhir monarki, Garda Javidan dikerahkan melawan para demonstran di tengah meningkatnya kerusuhan revolusioner, tetapi pada akhirnya tidak mampu mencegah keruntuhan pada tahun 1979 dan kemenangan Revolusi Islam.
“Konspirasi ini adalah bagian dari rencana jangka panjang AS dan Israel. Persiapan dimulai 22 tahun yang lalu dan diintensifkan delapan tahun yang lalu melalui perekrutan massa domestik,” kata Jabari.
Video yang beredar bulan lalu di media sosial menunjukkan seorang pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Kolonel Ebrahim Aghaei Kamazani, menyampaikan pidato kepada rakyat Iran dan menyerukan mereka untuk menggulingkan pemimpin mereka.
“Kita juga berperan dalam kehancuran negara melalui ketidakpedulian kita. Bangkitlah pada 25 November. Rakyat, dengarkan suara putramu. Hidup Shah; hidup Iran,” katanya. Tidak jelas apakah seruan itu baru atau dia adalah seorang perwira militer sejati.
Jabari mengatakan agen-agen direkrut di dalam Iran setelah pelatihan di luar negeri sebelum kembali sebagai agen operasional.
“Individu-individu ini dibawa ke Turki, Dubai, Qatar, dan negara-negara lain untuk mengikuti kursus dan pelatihan politik yang biayanya mencapai USD25.000 per orang, dengan korupsi dan immoralitas digunakan sebagai umpan,” tegasnya.
“Israel sebelumnya membunuh ilmuwan nuklir Iran secara langsung, tetapi sekarang menggunakan ‘preman’ Iran yang dilatih di luar negeri," paparnya.
Pada bulan-bulan terakhir monarki, Garda Javidan dikerahkan melawan para demonstran di tengah meningkatnya kerusuhan revolusioner, tetapi pada akhirnya tidak mampu mencegah keruntuhan pada tahun 1979 dan kemenangan Revolusi Islam.
“Konspirasi ini adalah bagian dari rencana jangka panjang AS dan Israel. Persiapan dimulai 22 tahun yang lalu dan diintensifkan delapan tahun yang lalu melalui perekrutan massa domestik,” kata Jabari.
Video yang beredar bulan lalu di media sosial menunjukkan seorang pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Kolonel Ebrahim Aghaei Kamazani, menyampaikan pidato kepada rakyat Iran dan menyerukan mereka untuk menggulingkan pemimpin mereka.
“Kita juga berperan dalam kehancuran negara melalui ketidakpedulian kita. Bangkitlah pada 25 November. Rakyat, dengarkan suara putramu. Hidup Shah; hidup Iran,” katanya. Tidak jelas apakah seruan itu baru atau dia adalah seorang perwira militer sejati.
Merekrut Preman
Jabari mengatakan agen-agen direkrut di dalam Iran setelah pelatihan di luar negeri sebelum kembali sebagai agen operasional.
“Individu-individu ini dibawa ke Turki, Dubai, Qatar, dan negara-negara lain untuk mengikuti kursus dan pelatihan politik yang biayanya mencapai USD25.000 per orang, dengan korupsi dan immoralitas digunakan sebagai umpan,” tegasnya.
“Israel sebelumnya membunuh ilmuwan nuklir Iran secara langsung, tetapi sekarang menggunakan ‘preman’ Iran yang dilatih di luar negeri," paparnya.
Lihat Juga :