Iran Usik Kedaulatan Bahrain dan UEA, Negara-negara Arab Tunjukkan Persatuan
Senin, 08 Desember 2025 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Mereka juga menekankan pentingnya memfasilitasi bantuan kemanusiaan, upaya rekonstruksi, dan semua inisiatif yang mengarah pada pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat di sepanjang perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sejalan dengan solusi dua negara, Prakarsa Perdamaian Arab, dan resolusi internasional terkait. Hal ini, menurut mereka, memenuhi aspirasi rakyat Palestina – dan kawasan yang lebih luas – untuk hidup dalam keamanan dan perdamaian.
Di bidang ekonomi, para pemimpin KTT Sakhir menegaskan kembali pentingnya memenuhi persyaratan untuk pasar Teluk yang bersatu dan serikat pabean, sekaligus mempromosikan perdagangan dan pariwisata. Mereka mendorong investasi dalam proyek-proyek strategis, khususnya di bidang infrastruktur, transportasi, energi, telekomunikasi, air, dan pangan.
Para pemimpin juga menyoroti perlunya memperkuat kerja sama di bidang teknologi, kecerdasan buatan, dan keamanan siber di bawah strategi GCC yang terpadu. Tujuannya adalah untuk memajukan integrasi pengetahuan, berbagi keahlian dalam transformasi digital, memerangi kejahatan siber, memastikan lingkungan digital yang aman, dan mendorong partisipasi aktif kaum muda dan perempuan dalam upaya pembangunan.
Mereka juga menggarisbawahi peran lembaga pemikir dan pusat penelitian dalam mengantisipasi tren masa depan dan membentuk kebijakan publik yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
KTT tersebut menegaskan kembali komitmen negara-negara Teluk terhadap tanggung jawab lingkungan, inisiatif berkelanjutan, dan memperbarui janji untuk melindungi lingkungan dan mengatasi tantangan perubahan iklim. Para pemimpin menyoroti pentingnya mengurangi emisi karbon, memperluas proyek energi bersih dan terbarukan, serta melestarikan sumber daya alam dan kelautan, sejalan dengan upaya regional dan global untuk mencapai target nol bersih dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Para pemimpin juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam sesi bersama kedua belah pihak. Pembicaraan tersebut berfokus pada penguatan hubungan persahabatan yang telah terjalin lama, dan kedua belah pihak sepakat untuk menyusun rencana aksi bersama guna meningkatkan hubungan tersebut menjadi kemitraan strategis yang komprehensif, yang mencerminkan keterbukaan GCC untuk membangun kemitraan yang lebih luas dengan negara-negara sahabat.
Di bidang ekonomi, para pemimpin KTT Sakhir menegaskan kembali pentingnya memenuhi persyaratan untuk pasar Teluk yang bersatu dan serikat pabean, sekaligus mempromosikan perdagangan dan pariwisata. Mereka mendorong investasi dalam proyek-proyek strategis, khususnya di bidang infrastruktur, transportasi, energi, telekomunikasi, air, dan pangan.
Para pemimpin juga menyoroti perlunya memperkuat kerja sama di bidang teknologi, kecerdasan buatan, dan keamanan siber di bawah strategi GCC yang terpadu. Tujuannya adalah untuk memajukan integrasi pengetahuan, berbagi keahlian dalam transformasi digital, memerangi kejahatan siber, memastikan lingkungan digital yang aman, dan mendorong partisipasi aktif kaum muda dan perempuan dalam upaya pembangunan.
Mereka juga menggarisbawahi peran lembaga pemikir dan pusat penelitian dalam mengantisipasi tren masa depan dan membentuk kebijakan publik yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
KTT tersebut menegaskan kembali komitmen negara-negara Teluk terhadap tanggung jawab lingkungan, inisiatif berkelanjutan, dan memperbarui janji untuk melindungi lingkungan dan mengatasi tantangan perubahan iklim. Para pemimpin menyoroti pentingnya mengurangi emisi karbon, memperluas proyek energi bersih dan terbarukan, serta melestarikan sumber daya alam dan kelautan, sejalan dengan upaya regional dan global untuk mencapai target nol bersih dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Para pemimpin juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam sesi bersama kedua belah pihak. Pembicaraan tersebut berfokus pada penguatan hubungan persahabatan yang telah terjalin lama, dan kedua belah pihak sepakat untuk menyusun rencana aksi bersama guna meningkatkan hubungan tersebut menjadi kemitraan strategis yang komprehensif, yang mencerminkan keterbukaan GCC untuk membangun kemitraan yang lebih luas dengan negara-negara sahabat.
(ahm)
Lihat Juga :