PM Israel Netanyahu Ogah Pensiun dari Politik dengan Imbalan Pengampunan Kasus Korupsinya

Senin, 08 Desember 2025 - 08:15 WIB
loading...
A A A
Netanyahu didakwa pada November 2019 dan persidangannya dimulai pada Mei 2020 setelah penyelidikan bertahun-tahun. Dia telah menghadapi seruan dari tokoh-tokoh oposisi agar dia mengundurkan diri atas tuduhan tersebut. Para analis memperkirakan bahwa, seharusnya jika terus berlanjut, persidangan akan memakan waktu beberapa tahun lagi.

Dalam permohonan pengampunan pekan lalu, Netanyahu tidak mengakui kesalahannya dan, dalam pernyataan video yang dikeluarkan tak lama setelahnya, dia terus menentang tuduhan terhadapnya dan legitimasi proses dakwaan yang digunakannya.

Dia juga tidak menunjukkan kesiapan untuk mundur sebagai perdana menteri, sebuah gagasan yang dia tolak mentah-mentah pada hari Minggu.

Herzog, yang kemungkinan akan membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk memutuskan apakah akan memberikan pengampunan, mengatakan pekan lalu bahwa dia akan mempertimbangkan "hanya kebaikan negara" dalam keputusannya.

Menurut survei yang dilakukan minggu lalu untuk Zman Yisrael, mayoritas warga Israel menentang Presiden Herzog memberikan pengampunan kepada Netanyahu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Trump Tuduh China Pegang...
Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah
Rekomendasi
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Berita Terkini
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved