Elon Musk Serukan Pembubaran Uni Eropa, Mungkinkah?
Minggu, 07 Desember 2025 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengkritik putusan tersebut sebagai “serangan terhadap semua platform teknologi Amerika dan rakyat Amerika oleh pemerintah asing.” Wakil Presiden AS J.D. Vance mengatakan Uni Eropa telah menargetkan X karena “tidak melakukan penyensoran.”
Duta Besar AS untuk Uni Eropa Andrew Puzder juga mengecam langkah tersebut, dengan mengatakan Washington “menentang penyensoran dan akan menentang regulasi yang memberatkan yang menargetkan perusahaan-perusahaan AS di luar negeri.”
Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi, Henna Virkkunen, membela denda tersebut, dengan mengatakan bahwa "menipu pengguna dengan tanda centang biru, mengaburkan informasi pada iklan, dan menghalangi peneliti tidak memiliki tempat di dunia maya di Uni Eropa."
Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski menanggapi omelan Musk dengan menulis, "Pergilah ke Mars. Tidak ada penyensoran salut Nazi di sana," merujuk pada tuduhan bahwa pengusaha tersebut telah melakukan salut tersebut saat merayakan pelantikan Presiden AS Donald Trump untuk periode kedua pada Januari 2025.
Duta Besar AS untuk Uni Eropa Andrew Puzder juga mengecam langkah tersebut, dengan mengatakan Washington “menentang penyensoran dan akan menentang regulasi yang memberatkan yang menargetkan perusahaan-perusahaan AS di luar negeri.”
Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi, Henna Virkkunen, membela denda tersebut, dengan mengatakan bahwa "menipu pengguna dengan tanda centang biru, mengaburkan informasi pada iklan, dan menghalangi peneliti tidak memiliki tempat di dunia maya di Uni Eropa."
Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski menanggapi omelan Musk dengan menulis, "Pergilah ke Mars. Tidak ada penyensoran salut Nazi di sana," merujuk pada tuduhan bahwa pengusaha tersebut telah melakukan salut tersebut saat merayakan pelantikan Presiden AS Donald Trump untuk periode kedua pada Januari 2025.
(ahm)
Lihat Juga :