Skandal Korupsi Uni Eropa Bisa Jatuhkan Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen
Kamis, 04 Desember 2025 - 22:06 WIB
loading...
A
A
A
Menurut media tersebut, kasus ini juga merenggangkan hubungan von der Leyen dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa saat ini, Kaja Kallas, karena investigasi tersebut berfokus pada aktivitas yang terkait dengan Layanan Aksi Eksternal – badan yang diawasi Kallas.
"Saya tahu orang-orang yang tidak menyukai von der Leyen akan menggunakan ini untuk melawannya, tetapi mereka menggunakan segalanya untuk melawannya," ujar seorang pejabat Uni Eropa kepada Politico.
Pejabat tersebut berusaha membela kepala Uni Eropa yang sedang terdesak tersebut, dengan mengatakan, "Karena Presiden von der Leyen adalah pemimpin yang paling dikenal di Brussels, kami menyerahkan segalanya kepadanya... Dia tidak bertanggung jawab atas semua lembaga."
Skandal ini juga menjadi puncak dari 'Pfizergate', yang berpusat pada perundingan vaksin Covid-19 von der Leyen dengan raksasa farmasi Pfizer, di mana Komisi Uni Eropa dikritik karena menolak mengungkapkan atau menyimpan pesan teks penting dengan kepala eksekutif perusahaan tersebut.
Perselisihan tersebut kemudian memicu mosi tidak percaya di Parlemen Uni Eropa, yang akhirnya berhasil diatasi oleh von der Leyen.
"Saya tahu orang-orang yang tidak menyukai von der Leyen akan menggunakan ini untuk melawannya, tetapi mereka menggunakan segalanya untuk melawannya," ujar seorang pejabat Uni Eropa kepada Politico.
Pejabat tersebut berusaha membela kepala Uni Eropa yang sedang terdesak tersebut, dengan mengatakan, "Karena Presiden von der Leyen adalah pemimpin yang paling dikenal di Brussels, kami menyerahkan segalanya kepadanya... Dia tidak bertanggung jawab atas semua lembaga."
Skandal ini juga menjadi puncak dari 'Pfizergate', yang berpusat pada perundingan vaksin Covid-19 von der Leyen dengan raksasa farmasi Pfizer, di mana Komisi Uni Eropa dikritik karena menolak mengungkapkan atau menyimpan pesan teks penting dengan kepala eksekutif perusahaan tersebut.
Perselisihan tersebut kemudian memicu mosi tidak percaya di Parlemen Uni Eropa, yang akhirnya berhasil diatasi oleh von der Leyen.
Lihat Juga :