5 Pesawat Militer Terbesar saat Perang Dunia II
Kamis, 04 Desember 2025 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Pesawat ini bertanggung jawab atas sebagian besar pengeboman api di Jepang dan menjatuhkan dua bom nuklir di Jepang, yang mengakhiri perang.
Pesawat ini kemudian bertugas dalam Perang Korea, dan yang terakhir pensiun pada tahun 1960 (sekutu Amerika juga menerbangkannya). Dua B-29 (termasuk 'Doc') masih terbang saat ini.
B-29 adalah proyek militer termahal selama perang, menghabiskan biaya USD3 miliar (jauh lebih banyak daripada Proyek Manhattan, yang menghabiskan biaya USD1,9 miliar).
Superfortress menampilkan banyak inovasi mutakhir pada masanya, termasuk sistem kendali tembakan yang dikendalikan komputer analog, kabin bertekanan, dan roda pendaratan roda tiga beroda ganda.
XB-19 memiliki lebar sayap 212 kaki dan berat lepas landas maksimum 162.000 lbs.
Douglas XB-19 adalah pesawat pengebom strategis Douglas yang setara dengan Boeing B-29. Pesawat pengebom berat bermesin empat ini sedikit lebih besar daripada B-29 ("XB" berarti "Pengebom Eksperimental") dan merupakan pesawat pengebom terbesar yang dibuat untuk Angkatan Udara Angkatan Darat AS hingga Convair B-36.
Tahun 1940-an merupakan periode perubahan dramatis dalam peperangan dan pesawat tempur, dan XB-19 sudah usang sebelum selesai dibuat.
Namun, pesawat pengebom eksperimental ini dianggap masih berguna untuk peran lain dan direncanakan untuk dikonversi menjadi pesawat kargo.
Namun, modifikasi ini tidak pernah selesai, dan pesawat tersebut terbang terakhir kalinya pada 17 Agustus 1946, sebelum dibesituakan pada tahun 1949.
H-4 Hercules memiliki lebar sayap 319 kaki dan berat kosong 250.000 lbs.
H-4 Hercules yang lebih dikenal sebagai Spruce Goose tetap menjadi salah satu pesawat terbesar yang pernah diterbangkan (meskipun hanya sebentar).
Pesawat ini hanya diproduksi sebagai prototipe dan akan menjadi kapal terbang pengangkut udara strategis untuk penerbangan transatlantik.
Karena pesawat ini hampir seluruhnya terbuat dari kayu birch (ada pembatasan penggunaan aluminium pada masa perang), pesawat ini diberi nama tiruan Spruce Goose.
Pesawat ini kemudian bertugas dalam Perang Korea, dan yang terakhir pensiun pada tahun 1960 (sekutu Amerika juga menerbangkannya). Dua B-29 (termasuk 'Doc') masih terbang saat ini.
B-29 adalah proyek militer termahal selama perang, menghabiskan biaya USD3 miliar (jauh lebih banyak daripada Proyek Manhattan, yang menghabiskan biaya USD1,9 miliar).
Superfortress menampilkan banyak inovasi mutakhir pada masanya, termasuk sistem kendali tembakan yang dikendalikan komputer analog, kabin bertekanan, dan roda pendaratan roda tiga beroda ganda.
3. Douglas XB-19
XB-19 memiliki lebar sayap 212 kaki dan berat lepas landas maksimum 162.000 lbs.
Douglas XB-19 adalah pesawat pengebom strategis Douglas yang setara dengan Boeing B-29. Pesawat pengebom berat bermesin empat ini sedikit lebih besar daripada B-29 ("XB" berarti "Pengebom Eksperimental") dan merupakan pesawat pengebom terbesar yang dibuat untuk Angkatan Udara Angkatan Darat AS hingga Convair B-36.
Tahun 1940-an merupakan periode perubahan dramatis dalam peperangan dan pesawat tempur, dan XB-19 sudah usang sebelum selesai dibuat.
Namun, pesawat pengebom eksperimental ini dianggap masih berguna untuk peran lain dan direncanakan untuk dikonversi menjadi pesawat kargo.
Namun, modifikasi ini tidak pernah selesai, dan pesawat tersebut terbang terakhir kalinya pada 17 Agustus 1946, sebelum dibesituakan pada tahun 1949.
4. Hughes H-4 Hercules (alias Spruce Goose)
H-4 Hercules memiliki lebar sayap 319 kaki dan berat kosong 250.000 lbs.
H-4 Hercules yang lebih dikenal sebagai Spruce Goose tetap menjadi salah satu pesawat terbesar yang pernah diterbangkan (meskipun hanya sebentar).
Pesawat ini hanya diproduksi sebagai prototipe dan akan menjadi kapal terbang pengangkut udara strategis untuk penerbangan transatlantik.
Karena pesawat ini hampir seluruhnya terbuat dari kayu birch (ada pembatasan penggunaan aluminium pada masa perang), pesawat ini diberi nama tiruan Spruce Goose.
Lihat Juga :