Pemimpin Senat Demokrat Bergerak Cegah Trump Kerahkan Pasukan AS ke Venezuela
Selasa, 02 Desember 2025 - 19:15 WIB
loading...
Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer. Foto/sputnik
A
A
A
WASHINGTON - Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat (AS) Chuck Schumer mengancam akan mencegah Presiden Donald Trump mengerahkan pasukan AS ke Venezuela jika ia memutuskan untuk melakukannya. Pernyataan itu muncul seiring memanasnya konflik antara AS dan Venezuela.
"Jika pemerintahan Trump melanjutkan rencana untuk melakukan serangan militer terhadap Venezuela, kami akan mengajukan Resolusi Kekuatan Perang untuk memblokir pengerahan pasukan AS ke Venezuela," tegas Schumer pada hari Senin (1/12/2025).
Ia menekankan wewenang untuk menyatakan perang sepenuhnya berada di tangan Kongres.
Pada 29 November, Trump meminta semua maskapai penerbangan menutup wilayah udara di atas dan di sekitar Venezuela.
Otoritas Venezuela dengan tegas menolak seruannya dan menuntut agar AS menghormati wilayah udara negara itu, menindaklanjutinya dengan permohonan kepada PBB dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional untuk mengutuk pernyataan Washington, yang menurut Caracas merupakan ancaman penggunaan kekuatan.
AS berdalih kehadiran militernya di kawasan Karibia dengan tujuan memerangi perdagangan narkoba.
Pada bulan September dan Oktober, AS telah berulang kali menggunakan angkatan bersenjatanya untuk menghancurkan kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di lepas pantai Venezuela.
Pada 3 November, Trump menyatakan pendapatnya bahwa masa jabatan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, sebagai pemimpin Venezuela sudah dihitung, seraya memastikan AS tidak berencana untuk berperang melawan negara tersebut.
Caracas memandang tindakan ini sebagai provokasi yang bertujuan mengganggu stabilitas kawasan dan sebagai pelanggaran perjanjian internasional tentang status demiliterisasi dan bebas nuklir Karibia.
Baca juga: Paus Leo XIV Tegaskan Negara Palestina Satu-satunya Solusi
"Jika pemerintahan Trump melanjutkan rencana untuk melakukan serangan militer terhadap Venezuela, kami akan mengajukan Resolusi Kekuatan Perang untuk memblokir pengerahan pasukan AS ke Venezuela," tegas Schumer pada hari Senin (1/12/2025).
Ia menekankan wewenang untuk menyatakan perang sepenuhnya berada di tangan Kongres.
Pada 29 November, Trump meminta semua maskapai penerbangan menutup wilayah udara di atas dan di sekitar Venezuela.
Otoritas Venezuela dengan tegas menolak seruannya dan menuntut agar AS menghormati wilayah udara negara itu, menindaklanjutinya dengan permohonan kepada PBB dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional untuk mengutuk pernyataan Washington, yang menurut Caracas merupakan ancaman penggunaan kekuatan.
AS berdalih kehadiran militernya di kawasan Karibia dengan tujuan memerangi perdagangan narkoba.
Pada bulan September dan Oktober, AS telah berulang kali menggunakan angkatan bersenjatanya untuk menghancurkan kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di lepas pantai Venezuela.
Pada 3 November, Trump menyatakan pendapatnya bahwa masa jabatan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, sebagai pemimpin Venezuela sudah dihitung, seraya memastikan AS tidak berencana untuk berperang melawan negara tersebut.
Caracas memandang tindakan ini sebagai provokasi yang bertujuan mengganggu stabilitas kawasan dan sebagai pelanggaran perjanjian internasional tentang status demiliterisasi dan bebas nuklir Karibia.
Baca juga: Paus Leo XIV Tegaskan Negara Palestina Satu-satunya Solusi
(sya)
Lihat Juga :