6 Keunggulan Militer Venezuela Bergaya Soviet yang Ditakuti AS
Sabtu, 29 November 2025 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, Angkatan Laut Venezuela hanya mengoperasikan satu fregat kelas Mariscal Sucre (diproduksi di Italia) dan satu kapal selam Tipe-209 (diproduksi di Jerman) dalam armada lautnya, menurut IISS. Angkatan Laut Venezuela juga memiliki sembilan kapal patroli laut dan pesisir, termasuk empat yang dibeli dari Spanyol.
"Angkatan Laut kehilangan banyak aset yang dimilikinya sebelum (Chavez), dan aset-aset ini tidak sepenuhnya tergantikan. Korvet yang dibeli dari Spanyol tidak pernah dilengkapi persenjataan, hingga beberapa tahun yang lalu ketika rudal antikapal Chili dan Iran dipasang, tetapi mereka tidak memiliki sistem pertahanan antipesawat yang memadai," kata Serbin Pont.
Sulit untuk mendapatkan informasi pasti tentang berapa banyak orang yang tergabung dalam Milisi Bolivarian, istilah umum untuk berbagai kelompok dengan beragam pengalaman dan kemampuan.
Beberapa hari setelah berita pengerahan angkatan laut AS tersiar, Maduro mengatakan pada bulan Agustus bahwa ia akan "mengaktifkan ... lebih dari 4,5 juta milisi" yang diambil dari "seluruh pabrik dan tempat kerja di negara ini."
"Rudal dan senapan untuk kelas pekerja, agar mereka dapat mempertahankan tanah air kita," katanya.
Ia kemudian menyatakan bahwa milisi tersebut memiliki lebih dari 8 juta anggota.
Terlepas dari perbedaan jumlah, Serbin Pont mengatakan bahwa meskipun terdapat beberapa milisi tradisional yang terdiri dari para cadangan dengan pengalaman militer, sebagian besar kelompok yang ditampilkan oleh pemerintah di televisi dan media sosial terlalu kurang berpengalaman untuk memainkan peran tempur yang menentukan.
"Orang-orang itu tidak memiliki pelatihan yang memadai. Tidak ada struktur bersenjata yang nyata untuk memobilisasi elemen-elemen tersebut, dan elemen-elemen itu tidak akan efektif dalam pertempuran," ujarnya.
Kegunaan mereka yang sebenarnya, menurut Serbin Pont, adalah "sebagai jaringan intelijen dan ancaman represif terhadap penduduk sipil, justru karena mereka berbasis pada jaringan yang menembus seluruh masyarakat."
Selain Chávez, baik menteri dalam negeri saat ini, Diosdado Cabello, maupun menteri pertahanan, Vladimir Padrino López, juga pernah menjadi anggota militer – dan Padrino masih aktif menjadi jenderal bintang empat.
Salah satu indikator betapa eratnya hubungan antara pemerintah dan militer adalah jumlah jenderal dan laksamana yang tidak biasa, dengan promosi jabatan yang diberikan berdasarkan loyalitas politik. Pada tahun 2019, jumlah tersebut diperkirakan sekitar 2.000 oleh Laksamana Craig Faller, yang saat itu menjabat sebagai kepala Komando Selatan AS, dalam pidatonya di hadapan Kongres AS. "Lebih banyak daripada di seluruh negara anggota NATO," ujarnya
"Angkatan Laut kehilangan banyak aset yang dimilikinya sebelum (Chavez), dan aset-aset ini tidak sepenuhnya tergantikan. Korvet yang dibeli dari Spanyol tidak pernah dilengkapi persenjataan, hingga beberapa tahun yang lalu ketika rudal antikapal Chili dan Iran dipasang, tetapi mereka tidak memiliki sistem pertahanan antipesawat yang memadai," kata Serbin Pont.
4. Mengandalkan Milisi
Dalam beberapa pekan terakhir, Maduro berulang kali menyoroti peran Milisi Bolivarian, yang dibentuk pada tahun 2008 oleh Chavez untuk menyediakan pasukan paramiliter yang loyal, yang meskipun secara teknis merupakan bagian dari angkatan bersenjata, berada langsung di bawah kendali presiden.Sulit untuk mendapatkan informasi pasti tentang berapa banyak orang yang tergabung dalam Milisi Bolivarian, istilah umum untuk berbagai kelompok dengan beragam pengalaman dan kemampuan.
Beberapa hari setelah berita pengerahan angkatan laut AS tersiar, Maduro mengatakan pada bulan Agustus bahwa ia akan "mengaktifkan ... lebih dari 4,5 juta milisi" yang diambil dari "seluruh pabrik dan tempat kerja di negara ini."
"Rudal dan senapan untuk kelas pekerja, agar mereka dapat mempertahankan tanah air kita," katanya.
Ia kemudian menyatakan bahwa milisi tersebut memiliki lebih dari 8 juta anggota.
Terlepas dari perbedaan jumlah, Serbin Pont mengatakan bahwa meskipun terdapat beberapa milisi tradisional yang terdiri dari para cadangan dengan pengalaman militer, sebagian besar kelompok yang ditampilkan oleh pemerintah di televisi dan media sosial terlalu kurang berpengalaman untuk memainkan peran tempur yang menentukan.
"Orang-orang itu tidak memiliki pelatihan yang memadai. Tidak ada struktur bersenjata yang nyata untuk memobilisasi elemen-elemen tersebut, dan elemen-elemen itu tidak akan efektif dalam pertempuran," ujarnya.
Kegunaan mereka yang sebenarnya, menurut Serbin Pont, adalah "sebagai jaringan intelijen dan ancaman represif terhadap penduduk sipil, justru karena mereka berbasis pada jaringan yang menembus seluruh masyarakat."
5. 63.000 Tentara Angkatan Darat
Dengan 63.000 anggotanya, pasukan darat Venezuela merupakan bagian terbesar dari personel aktifnya. Mereka juga memiliki sejarah terpanjang dan paling berpihak secara politik dengan pemerintah Venezuela.Selain Chávez, baik menteri dalam negeri saat ini, Diosdado Cabello, maupun menteri pertahanan, Vladimir Padrino López, juga pernah menjadi anggota militer – dan Padrino masih aktif menjadi jenderal bintang empat.
Salah satu indikator betapa eratnya hubungan antara pemerintah dan militer adalah jumlah jenderal dan laksamana yang tidak biasa, dengan promosi jabatan yang diberikan berdasarkan loyalitas politik. Pada tahun 2019, jumlah tersebut diperkirakan sekitar 2.000 oleh Laksamana Craig Faller, yang saat itu menjabat sebagai kepala Komando Selatan AS, dalam pidatonya di hadapan Kongres AS. "Lebih banyak daripada di seluruh negara anggota NATO," ujarnya
Lihat Juga :