China Tegas Akan Melawan Sistem Rudal Golden Dome AS, Ini Alasannya
Jum'at, 28 November 2025 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Namun, buku putih tersebut membenarkan pengembangan kemampuan pertahanan rudal China, dengan mengatakan bahwa hal itu semata-mata dimotivasi oleh pertahanan diri dan tidak menargetkan negara atau wilayah mana pun.
Sementara itu, China membahas rudal ofensif dalam dokumen tersebut, memprotes AS—tanpa menyebut namanya—karena mempromosikan pengerahan rudal jarak menengah di kawasan Asia-Pasifik, sambil mengatakan bahwa teknologi rudal China digunakan untuk "mencegah perang."
Mengutip "lingkungan keamanan yang kompleks dan bergejolak", buku putih tersebut mengatakan China, dengan wilayahnya yang luas, membutuhkan apa yang disebutnya "peralatan dan kemampuan militer modern" yang disesuaikan dengan kondisinya dan diperlukan untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
Pengerahan rudal AS yang disebutkan China kemungkinan merujuk pada sistem rudal Typhon di Filipina dan Jepang. Kedua negara itu merupakan sekutu utama Amerika di sepanjang gugus pulau pertama, sebuah strategi AS yang bertujuan untuk mencegah dan mempertahankan diri dari potensi agresi China.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada bulan Mei mengakui kemajuan musuh-musuh Amerika dalam mengembangkan senjata. "Dalam empat dekade terakhir, musuh kita telah mengembangkan senjata jarak jauh yang lebih canggih dan mematikan daripada sebelumnya, termasuk rudal balistik, hipersonik, dan jelajah yang mampu menyerang tanah air dengan hulu ledak konvensional maupun nuklir," paparnya.
Sementara itu, China membahas rudal ofensif dalam dokumen tersebut, memprotes AS—tanpa menyebut namanya—karena mempromosikan pengerahan rudal jarak menengah di kawasan Asia-Pasifik, sambil mengatakan bahwa teknologi rudal China digunakan untuk "mencegah perang."
Mengutip "lingkungan keamanan yang kompleks dan bergejolak", buku putih tersebut mengatakan China, dengan wilayahnya yang luas, membutuhkan apa yang disebutnya "peralatan dan kemampuan militer modern" yang disesuaikan dengan kondisinya dan diperlukan untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
Pengerahan rudal AS yang disebutkan China kemungkinan merujuk pada sistem rudal Typhon di Filipina dan Jepang. Kedua negara itu merupakan sekutu utama Amerika di sepanjang gugus pulau pertama, sebuah strategi AS yang bertujuan untuk mencegah dan mempertahankan diri dari potensi agresi China.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada bulan Mei mengakui kemajuan musuh-musuh Amerika dalam mengembangkan senjata. "Dalam empat dekade terakhir, musuh kita telah mengembangkan senjata jarak jauh yang lebih canggih dan mematikan daripada sebelumnya, termasuk rudal balistik, hipersonik, dan jelajah yang mampu menyerang tanah air dengan hulu ledak konvensional maupun nuklir," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :