Mahathir Mohamad: PM Anwar Ibrahim Menyerahkan Malaysia kepada AS, Langkah Bodoh!
Kamis, 27 November 2025 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
Mahathir menambahkan bahwa kesepakatan itu akan memaksa Malaysia untuk membeli barang dari AS dan memberi Washington suara dalam kebijakan perdagangan negara tersebut di masa mendatang.
"Kita dipaksa untuk mengikuti perjanjian ini, yang mengharuskan kita membeli barang senilai miliaran dolar dari Amerika. Kita harus membeli gas dari Amerika, kita harus membeli pesawat dari Amerika. Enam puluh pesawat Boeing akan dibeli berdasarkan kesepakatan ini. Itu berarti kita tidak lagi bebas," paparnya, seperti dikutip WorldofBuzz, Kamis (27/11/2025).
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Perdana Menteri dan Kamar Jaksa Agung pada 3 November, klaim sebelumnya bahwa perjanjian perdagangan tersebut merusak kedaulatan negara telah dibantah, dengan para pejabat mengatakan Malaysia dapat mengakhiri perjanjian tersebut jika diperlukan.
Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa perjanjian perdagangan yang ditandatangani dengan Presiden AS Donald Trump telah ditinjau secara cermat oleh para pejabat senior pemerintah untuk memastikan kepentingan Malaysia terlindungi.
Mahathir mengatakan sebuah koalisi LSM berencana untuk mengajukan laporan polisi di seluruh negeri terhadap Anwar, menuduhnya melakukan "pengkhianatan terhadap kemerdekaan Malaysia" sehubungan dengan perjanjian tersebut.
"Kita dipaksa untuk mengikuti perjanjian ini, yang mengharuskan kita membeli barang senilai miliaran dolar dari Amerika. Kita harus membeli gas dari Amerika, kita harus membeli pesawat dari Amerika. Enam puluh pesawat Boeing akan dibeli berdasarkan kesepakatan ini. Itu berarti kita tidak lagi bebas," paparnya, seperti dikutip WorldofBuzz, Kamis (27/11/2025).
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Perdana Menteri dan Kamar Jaksa Agung pada 3 November, klaim sebelumnya bahwa perjanjian perdagangan tersebut merusak kedaulatan negara telah dibantah, dengan para pejabat mengatakan Malaysia dapat mengakhiri perjanjian tersebut jika diperlukan.
Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa perjanjian perdagangan yang ditandatangani dengan Presiden AS Donald Trump telah ditinjau secara cermat oleh para pejabat senior pemerintah untuk memastikan kepentingan Malaysia terlindungi.
Mahathir mengatakan sebuah koalisi LSM berencana untuk mengajukan laporan polisi di seluruh negeri terhadap Anwar, menuduhnya melakukan "pengkhianatan terhadap kemerdekaan Malaysia" sehubungan dengan perjanjian tersebut.
(mas)
Lihat Juga :