15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Salah Satunya Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Rabu, 26 November 2025 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Noriega dihukum karena perdagangan narkoba dan menjalani hukuman 17 tahun di penjara Miami, kemudian diekstradisi ke Prancis di mana ia menjalani hukuman 7 tahun atas tuduhan pencucian uang, dan akhirnya kembali ke Panama dan meninggal pada tahun 2017 di usia 83 tahun.
Pada tahun 1995, Aliansi Barat melancarkan serangan udara terhadap pasukan Serbia dalam perang saudara Bosnia, memaksa mereka untuk menerima perjanjian damai. Pada tahun 1999, NATO mengulangi tindakan ini untuk memaksa Serbia menarik diri dari Kosovo, yang telah dinyatakan sebagai negara merdeka. Dalam kedua kasus tersebut, intervensi Barat dilakukan setelah kekejaman dan pembersihan etnis yang dilakukan Serbia.
Pasukan AS tetap berada di Irak untuk menstabilkan negara dan memerangi terorisme hingga tahun 2021. Beberapa pasukan hingga saat ini masih bertugas sebagai bagian dari pelatihan militer Irak.
Perang tersebut berlangsung selama 20 tahun hingga Presiden Biden menarik pasukan Amerika pada tahun 2021. Tak lama kemudian, Taliban kembali menguasai negara tersebut.
Meskipun kita menyebut konflik yang keras dan mahal ini sebagai perang, konflik ini tidak memenuhi definisi hukum perang AS karena Kongres tidak pernah mengesahkan deklarasi perang resmi.
12. Intervensi di Yugoslavia
Setelah runtuhnya komunisme di Eropa Timur, Yugoslavia terpecah belah dalam serangkaian perang saudara yang menciptakan 7 negara merdeka: Slovenia, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Montenegro, Makedonia Utara, dan Kosovo. Dua kali selama perang ini, Amerika Serikat terlibat dalam pertempuran bersama sekutu NATO-nya.Pada tahun 1995, Aliansi Barat melancarkan serangan udara terhadap pasukan Serbia dalam perang saudara Bosnia, memaksa mereka untuk menerima perjanjian damai. Pada tahun 1999, NATO mengulangi tindakan ini untuk memaksa Serbia menarik diri dari Kosovo, yang telah dinyatakan sebagai negara merdeka. Dalam kedua kasus tersebut, intervensi Barat dilakukan setelah kekejaman dan pembersihan etnis yang dilakukan Serbia.
13. Perang Teluk
AS dan sekutunya berperang dua kali melawan Irak. Perang Teluk pertama terjadi pada tahun 1990-1991 ketika Irak menginvasi Kuwait dan mengancam ladang minyak Saudi. Koalisi internasional pimpinan AS membebaskan Kuwait. Perang koalisi kedua melawan Irak terjadi pada tahun 2003-2011 untuk menggulingkan diktator Saddam Hussein dari kekuasaan dan mencari dugaan program senjata pemusnah massal.Pasukan AS tetap berada di Irak untuk menstabilkan negara dan memerangi terorisme hingga tahun 2021. Beberapa pasukan hingga saat ini masih bertugas sebagai bagian dari pelatihan militer Irak.
14. Perang di Afghanistan
Amerika Serikat dan mitra koalisinya menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 untuk menggulingkan Taliban dari kekuasaan dan berupaya menangkap Osama bin Laden, dalang teroris serangan 9/11.Perang tersebut berlangsung selama 20 tahun hingga Presiden Biden menarik pasukan Amerika pada tahun 2021. Tak lama kemudian, Taliban kembali menguasai negara tersebut.
15. Perang Korea
Pada akhir Perang Dunia II, Korea terbagi menjadi dua negara. Korea Utara yang komunis melancarkan serangan mendadak ke Korea Selatan pada tahun 1950. Amerika Serikat dan koalisi multinasional terlibat dalam perang yang tidak dideklarasikan dari tahun 1950-1953 yang melibatkan China dan mengakibatkan kembalinya status quo.Meskipun kita menyebut konflik yang keras dan mahal ini sebagai perang, konflik ini tidak memenuhi definisi hukum perang AS karena Kongres tidak pernah mengesahkan deklarasi perang resmi.
(ahm)
Lihat Juga :