GHF yang Didukung AS Akhiri Misi Berdarah di Gaza setelah 9 Bulan

Selasa, 25 November 2025 - 17:31 WIB
loading...
GHF yang Didukung AS...
Ribuan warga Palestina berdesakan di titik distribusi bantuan kemanusiaan yang dikelola GHF di Gaza selatan, pada 27 Mei 2025. Foto/Hani Alshaer/Anadolu Agency
A A A
JALUR GAZA - Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung Amerika Serikat (AS) dan Israel pada hari Senin (24/11/2025) mengumumkan berakhirnya misinya di Gaza. Penghentian misi itu sembilan bulan setelah didirikan.

"Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) hari ini mengumumkan keberhasilan penyelesaian misi daruratnya di Gaza setelah mengirimkan lebih dari 187 juta makanan gratis langsung kepada warga sipil yang tinggal di Gaza," ungkap pernyataan organisasi tersebut.

Direktur Eksekutif GHF, John Acree, mengatakan kelompok tersebut "menghentikan operasi kami karena kami telah berhasil dalam misi kami untuk menunjukkan bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengirimkan bantuan kepada warga Gaza."

Acree mengatakan model GHF sedang diadopsi dan diperluas oleh Pusat Koordinasi Sipil Militer (CMCC) dan organisasi internasional lainnya setelah berminggu-minggu perundingan.

PBB mengatakan perkembangan ini tidak akan memengaruhi operasinya. "Kami tidak pernah bekerja sama dengan mereka," ungkap juru bicara PBB, Stephane Dujarric, kepada para wartawan.

GHF, yang dibentuk oleh AS dan Israel untuk menggantikan badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), telah menghadapi kritik karena gagal memenuhi tingkat pengiriman bantuan yang disepakati.

Organisasi ini juga dikritik karena serangan yang menargetkan warga sipil yang sedang menunggu makanan di pusat distribusi bantuannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
AS-Israel, Negara Sekutu...
AS-Israel, Negara Sekutu Dekat tapi Perang Intelijen
Rekomendasi
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved