Israel Melanggar Gencatan Senjata sebanyak 500 Kali dalam 44 Hari

Minggu, 23 November 2025 - 19:52 WIB
loading...
A A A
"Serangan semacam itu memperkuat keyakinan bahwa kesepakatan Gaza telah diperlakukan sebagai penarikan taktis alih-alih komitmen yang mengikat secara sejati," tambahnya.

Puluhan keluarga Palestina telah terkepung di Gaza utara, kata otoritas setempat, karena militer Israel telah menempatkan kembali pasukannya lebih dalam ke daerah kantong tersebut yang melanggar perjanjian gencatan senjata.

Dalam perjanjian antara Israel dan Hamas, garis kuning mengacu pada batas tak bertanda tempat militer Israel menempatkan kembali dirinya ketika kesepakatan tersebut mulai berlaku bulan lalu.

Hal ini memungkinkan Israel, yang secara rutin menembaki dan membunuh warga Palestina yang mendekati garis tersebut, untuk mempertahankan kendali atas lebih dari separuh wilayah pesisir.

Hamas mengatakan Israel telah bergerak ke arah barat melampaui garis kuning, tempat pasukan Israel ditempatkan di Gaza, dan sedang mengubah batas yang ditetapkan sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Sementara itu, juru bicara Departemen Bukti Forensik Gaza mengatakan kepada Al Jazeera bahwa organisasi tersebut membutuhkan laboratorium dan peralatan untuk memeriksa sidik jari dan DNA jenazah warga Palestina yang dikembalikan oleh Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, yang banyak di antaranya menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, mutilasi, dan eksekusi.

"Kami mengandalkan fotografi forensik dan observasi keluarga dan menghadapi kesulitan," kata juru bicara tersebut, seraya meminta badan-badan internasional untuk menyediakan peralatan bagi proses identifikasi.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa 330 jenazah telah dikembalikan oleh Israel dan hanya 90 yang telah teridentifikasi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved