Daftar 5 Negara Kaya Tanpa Minyak, Salah Satunya Tetangga Indonesia

Minggu, 23 November 2025 - 13:44 WIB
loading...
Daftar 5 Negara Kaya...
Singapura, salah satu 5 negara kaya tanpa mengandalkan minyak. Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Lima negara kaya ini menjadi paradoks duna yang menarik. Mereka nyaris miskin sumber daya alam, terutama minyak bumi, tapi tumbuh menjadi negara sangat makmur.

Mereka tidak mengandalkan minyak, gas, atau tambang besar layaknya negara kaya sumber daya alam, melainkan membangun kekayaan lewat inovasi, jasa, keuangan, dan keunggulan sumber daya manusianya.

Kelima negara kaya yang dimaksud adalah Singapura (tetangga Indonesia), Luksemburg, Swiss, Liechtenstein, dan Islandia.

Baca Juga: Kisah Pangeran Brunei Jefri Bolkiah Hidup Mewah dengan 40 Selir Cantik di Istana

Ada enam indikator baku untuk mengategorikan lima negara tersebut sebagai negara kaya. Yakni, PDB per kapita, GNI per kapita, HDI (Indeks Pembangunan Manusia), daya saing ekonomi, stabilitas fiskal dan sistem keuangan, dan kualitas hidup yang tinggi.

Daftar 5 Negara Kaya Tanpa Minyak

1. Singapura

PDB per kapita: USD131.242

Singapura merupakan negara-kota yang luas wilayahnya kecil, yakni sekitar 734 km persegi. Tetangga Indonesia ini hampir tidak memiliki sumber alam. Mereka bahkan impor untuk sekitar 90% pangan nasional.

Namun Singapura berhasil membangun ekonomi berbasis jasa tingkat tinggi—keuangan, logistik, teknologi—dan industri manufaktur bernilai tambah.

Negara ini menerapkan strategi "impor-manfaat", yakni membeli bahan mentah dari luar, diolah di dalam negeri, dan kemudian diekspor sebagai produk bernilai tinggi.

Masalah air pun sangat krusial, di mana Singapura tidak memiliki banyak akuifer, sehingga mengandalkan empat “keran nasional”: air hujan, impor, daur ulang, dan desalinasi laut.

2. Luksemburg

PBD per kapita: USD109.214

Luksemburg merupakan negara kecil di Eropa dengan PDB per kapita sangat tinggi.

Ekonomi Luksemburg sangat terdiversifikasi dan sangat bergantung pada sektor jasa, terutama keuangan seperti bank dan investasi--yang menyumbang porsi besar ekonomi negara.

Agrikultur hampir tak berarti di PDB-nya, dan sektor industri juga relatif kecil dibanding jasa. Menurut survei Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), kontribusi sektor pertanian hanya 0,3% dari PDB.

3. Swiss

PDB per kapita: USD96.930

Swiss merupakan negara pegunungan, bukan penghasil minyak atau mineral besar.

OECD mencatat Swiss kurang kaya akan bahan baku mineral dan energi selain air. Namun, Swiss sangat maju di jasa keuangan, farmasi, teknologi tinggi, dan manufaktur presisi.

Produksi energi pun efisien, di mana banyak listrik dihasilkan dari pembangkit hidro di pegunungan Alpen.

4. Liechtenstein

PDB per kapita: USD231.713

Liechtenstein merupakan negara kecil dengan populasi rendah dan area sangat terbatas. Sumber daya alamnya pun sedikit.

Namun, ekonominya sangat maju dengan banyak perusahaan terdaftar meski populasinya kecil.

Sektor paling dominan dalam menyumbang ekonominya adalah jasa keuangan, industri ringan, perusahaan multinasional kecil, dan pass-through companies.

Negara ini melakukan impor energi sangat tinggi karena sebagian besar kebutuhan energi dipenuhi dari luar, yakni sekitar 85%.

5. Islandia

PDB per kapita: USD59.096

Islandia memiliki geothermal dan air untuk menghasilkan listrik), namun mereka tidak kaya mineral atau tambang.

Ekonominya fokus pada pariwisata, teknologi, serta energi hijau (geothermal dan hidro). Namun, karena pasarnya kecil, perusahaan-perusahaan lokal lebih fleksibel dan inovatif, serta mampu mengekspor jasa dan produk bernilai tambah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Berita Terkini
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved