Momen Horor Mesin Boeing Terlepas lalu Pesawat Kargo UPS Meledak, 14 Orang Tewas
Jum'at, 21 November 2025 - 09:46 WIB
loading...
NTSB merilis foto-foto dari momen kecelakaan pesawat kargo UPS di Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali, AS, 4 November lalu. Foto/NTSB via UPS
A
A
A
WASHINGTON - Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis merilis foto-foto mengerikan dari kecelakaan pesawat kargo UPS saat lepas landas di Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali, Kentucky, 4 November lalu. Foto-foto itu menunjukkan mesin Boeing terlepas dari sayap kiri pesawat, kemudian pesawat terbakar dan meledak.
Sebanyak 14 orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Jumlah korban tewas bertambah dari sebelumnya yang dilaporkan sebanyak 11 orang.
Baca Juga: Pesawat Kargo Meledak Saat Lepas Landas, 7 Tewas, 11 Luka-luka
Ke-14 korban tewas tersebut adalah tiga awak dan 11 orang yang berada di darat ketika pesawat naas itu lepas landas di bandara.
Laporan awal NTSB pada hari Kamis memberikan wawasan baru tentang kecelakaan Boeing MD-11F milik UPS tersebut.
Para pejabat menetapkan bahwa tiang kiri, struktur yang menopang mesin, pada pesawat berusia 34 tahun itu mengalami "retakan akibat kelelahan" dan "kegagalan akibat tekanan berlebih".
Kamera surveillance menangkap momen mesin kiri dan tiang terlepas dari sayap saat pesawat terangkat dari tanah.
Pesawat itu terbakar, terangkat sembilan meter di udara, dan nyaris tidak melewati pagar di ujung landasan pacu sebelum menghantam atap sebuah UPS Supply Chain Solutions yang berjarak hampir 1 km, menurut data ketinggian.
Pesawat itu kemudian menabrak sebuah gudang dan dua bangunan lainnya, termasuk sebuah fasilitas daur ulang minyak bumi. Fasilitas itu hancur total menjadi puing-puing oleh api.
Para penyelidik menemukan bagian-bagian pesawat dan menemukan retakan pada lug yang menghubungkan tiang kiri ke mesin.
Menurut NTSB, yang dikutip The Sun, Jumat (21/11/2025), pesawat yang telah menempuh perjalanan jauh ini telah mencatat 93.000 jam terbang dan 21.043 siklus terbang pada saat kecelakaan.
Aktivitas pemeliharaan yang menguji pelumasan sambungan dorong dan bantalan tiang terakhir kali dilakukan pada 18 Oktober, tetapi pesawat tersebut baru dijadwalkan untuk "inspeksi terperinci khusus" setelah mencapai 29.200 siklus terbang.
NTSB belum menyimpulkan apakah cacat yang ditemukan pada bagian-bagian pesawat berkontribusi atau menyebabkan kecelakaan tersebut.
Pesawat MD-11, MD-10, dan DC-10 semuanya telah diperintahkan untuk tidak terbang hingga penyelidikan selesai, demikian keputusan yang ditetapkan oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS.
Menurut pejabat penerbangan, pesawat tersebut memiliki kondisi tidak aman yang serupa seperti "kehilangan penerbangan dan pendaratan yang aman dan berkelanjutan."
Seorang anak gadis berusia tiga tahun, seorang ibu dua anak, dan tiga pilot termasuk di antara 14 korban yang tewas dalam kecelakaan dahsyat itu.
Sebanyak 23 orang juga menderita luka-luka akibat ledakan bola api yang sebagian disebabkan oleh lebih dari 143.845 liter bahan bakar di dalam pesawat.
Wali Kota Louisville Craig Greenberg mengatakan, "Seluruh kota merasakan beratnya tragedi yang tak terbayangkan ini."
Dia mengatakan bahwa pihak UPS telah menghubungi keluarga para korban untuk memberikan dukungan.
Dalam sebuah pernyataan, UPS mengatakan, "Kata-kata tak dapat mengungkapkan kesedihan yang kami rasakan atas kecelakaan Penerbangan 2976 yang memilukan ini."
"Ini terus menjadi masa yang sangat menyedihkan bagi seluruh keluarga UPS, dan seperti yang diingatkan oleh CEO kami, Carol Tomé: 'Bersatu, kita kuat'," lanjut pernyataan perusahaan tersebut.
Donald Henderson, kekasih salah satu korban; Angela Anderson, mengatakan bahwa kekasihnya sedang membuang logam di tempat rongsokan ketika dia terjebak dalam kobaran api.
"Hanya dia yang saya miliki," ujar Henderson yang emosional kepada WDRB, setelah kecelakaan tragis itu.
Sebanyak 14 orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Jumlah korban tewas bertambah dari sebelumnya yang dilaporkan sebanyak 11 orang.
Baca Juga: Pesawat Kargo Meledak Saat Lepas Landas, 7 Tewas, 11 Luka-luka
Ke-14 korban tewas tersebut adalah tiga awak dan 11 orang yang berada di darat ketika pesawat naas itu lepas landas di bandara.
Laporan awal NTSB pada hari Kamis memberikan wawasan baru tentang kecelakaan Boeing MD-11F milik UPS tersebut.
Para pejabat menetapkan bahwa tiang kiri, struktur yang menopang mesin, pada pesawat berusia 34 tahun itu mengalami "retakan akibat kelelahan" dan "kegagalan akibat tekanan berlebih".
Kamera surveillance menangkap momen mesin kiri dan tiang terlepas dari sayap saat pesawat terangkat dari tanah.
Pesawat itu terbakar, terangkat sembilan meter di udara, dan nyaris tidak melewati pagar di ujung landasan pacu sebelum menghantam atap sebuah UPS Supply Chain Solutions yang berjarak hampir 1 km, menurut data ketinggian.
Pesawat itu kemudian menabrak sebuah gudang dan dua bangunan lainnya, termasuk sebuah fasilitas daur ulang minyak bumi. Fasilitas itu hancur total menjadi puing-puing oleh api.
Para penyelidik menemukan bagian-bagian pesawat dan menemukan retakan pada lug yang menghubungkan tiang kiri ke mesin.
Menurut NTSB, yang dikutip The Sun, Jumat (21/11/2025), pesawat yang telah menempuh perjalanan jauh ini telah mencatat 93.000 jam terbang dan 21.043 siklus terbang pada saat kecelakaan.
Aktivitas pemeliharaan yang menguji pelumasan sambungan dorong dan bantalan tiang terakhir kali dilakukan pada 18 Oktober, tetapi pesawat tersebut baru dijadwalkan untuk "inspeksi terperinci khusus" setelah mencapai 29.200 siklus terbang.
NTSB belum menyimpulkan apakah cacat yang ditemukan pada bagian-bagian pesawat berkontribusi atau menyebabkan kecelakaan tersebut.
Pesawat MD-11, MD-10, dan DC-10 semuanya telah diperintahkan untuk tidak terbang hingga penyelidikan selesai, demikian keputusan yang ditetapkan oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS.
Menurut pejabat penerbangan, pesawat tersebut memiliki kondisi tidak aman yang serupa seperti "kehilangan penerbangan dan pendaratan yang aman dan berkelanjutan."
Tragedi Memunculkan Duka
Seorang anak gadis berusia tiga tahun, seorang ibu dua anak, dan tiga pilot termasuk di antara 14 korban yang tewas dalam kecelakaan dahsyat itu.
Sebanyak 23 orang juga menderita luka-luka akibat ledakan bola api yang sebagian disebabkan oleh lebih dari 143.845 liter bahan bakar di dalam pesawat.
Wali Kota Louisville Craig Greenberg mengatakan, "Seluruh kota merasakan beratnya tragedi yang tak terbayangkan ini."
Dia mengatakan bahwa pihak UPS telah menghubungi keluarga para korban untuk memberikan dukungan.
Dalam sebuah pernyataan, UPS mengatakan, "Kata-kata tak dapat mengungkapkan kesedihan yang kami rasakan atas kecelakaan Penerbangan 2976 yang memilukan ini."
"Ini terus menjadi masa yang sangat menyedihkan bagi seluruh keluarga UPS, dan seperti yang diingatkan oleh CEO kami, Carol Tomé: 'Bersatu, kita kuat'," lanjut pernyataan perusahaan tersebut.
Donald Henderson, kekasih salah satu korban; Angela Anderson, mengatakan bahwa kekasihnya sedang membuang logam di tempat rongsokan ketika dia terjebak dalam kobaran api.
"Hanya dia yang saya miliki," ujar Henderson yang emosional kepada WDRB, setelah kecelakaan tragis itu.
(mas)
Lihat Juga :