Netanyahu Kunjungi Wilayah Suriah Selatan, Damaskus Murka
Kamis, 20 November 2025 - 21:30 WIB
loading...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kedua dari kanan) mengunjungi puncak Gunung Hermon (Jabal al-Sheikh) di sisi perbatasan Suriah setelah jatuhnya rezim Baath di Suriah pada 17 Desember 2024. Foto/Mayan Toaf/Israel GPO/Anadolu Agency
A
A
A
DAMASKUS - Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam kunjungan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ke wilayah di Suriah selatan. Damaskus menyebutnya sebagai "pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah."
Dalam pernyataan resmi, kementerian tersebut mengatakan kunjungan tersebut menandai "upaya baru untuk memaksakan fait accompli yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan."
Pemerintah Suriah menambahkan bahwa tindakan Israel merupakan bagian dari "kebijakan pendudukan yang sedang berlangsung untuk memperkuat agresinya dan memperluas pelanggarannya terhadap wilayah Suriah."
Damaskus mengatakan pihaknya menganggap kunjungan Netanyahu sebagai "eskalasi berbahaya dan tidak dapat diterima," menuduh Israel mengeksploitasi situasi regional untuk memperkuat apa yang disebutnya "kehadiran militer Israel yang tidak sah" di selatan.
Kementerian tersebut menegaskan kembali tuntutan Suriah untuk "penarikan penuh pendudukan Israel dari seluruh wilayah Suriah," dan menekankan tindakan Israel di wilayah tersebut "batal demi hukum, tanpa efek hukum di bawah hukum internasional."
Suriah mendesak komunitas internasional "memikul tanggung jawabnya dalam menghalangi praktik-praktik Israel dan memaksa pendudukan untuk menarik diri sepenuhnya dari Suriah selatan," menggarisbawahi perlunya kembali ke Perjanjian Pelepasan 1974 dan menghormati perbatasan yang diakui secara internasional.
Suriah menutup pernyataannya dengan menegaskan akan "terus mempertahankan kedaulatan dan hak-hak yang tidak dapat dicabut hingga seluruh wilayah yang diduduki dipulihkan."
Baca juga: Pelapor PBB: Pemindahan Warga Palestina ke Afrika Selatan Dapat Bantu Israel Mencapai Tujuan Genosida
Dalam pernyataan resmi, kementerian tersebut mengatakan kunjungan tersebut menandai "upaya baru untuk memaksakan fait accompli yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan."
Pemerintah Suriah menambahkan bahwa tindakan Israel merupakan bagian dari "kebijakan pendudukan yang sedang berlangsung untuk memperkuat agresinya dan memperluas pelanggarannya terhadap wilayah Suriah."
Damaskus mengatakan pihaknya menganggap kunjungan Netanyahu sebagai "eskalasi berbahaya dan tidak dapat diterima," menuduh Israel mengeksploitasi situasi regional untuk memperkuat apa yang disebutnya "kehadiran militer Israel yang tidak sah" di selatan.
Kementerian tersebut menegaskan kembali tuntutan Suriah untuk "penarikan penuh pendudukan Israel dari seluruh wilayah Suriah," dan menekankan tindakan Israel di wilayah tersebut "batal demi hukum, tanpa efek hukum di bawah hukum internasional."
Suriah mendesak komunitas internasional "memikul tanggung jawabnya dalam menghalangi praktik-praktik Israel dan memaksa pendudukan untuk menarik diri sepenuhnya dari Suriah selatan," menggarisbawahi perlunya kembali ke Perjanjian Pelepasan 1974 dan menghormati perbatasan yang diakui secara internasional.
Suriah menutup pernyataannya dengan menegaskan akan "terus mempertahankan kedaulatan dan hak-hak yang tidak dapat dicabut hingga seluruh wilayah yang diduduki dipulihkan."
Baca juga: Pelapor PBB: Pemindahan Warga Palestina ke Afrika Selatan Dapat Bantu Israel Mencapai Tujuan Genosida
(sya)
Lihat Juga :