Rusia Siap Menolong Venezuela saat Kapal Induk AS Mendekat
Jum'at, 14 November 2025 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun Venezuela belum meminta bantuan militer atau persenjataan Rusia, seorang pejabat senior Rusia mengisyaratkan bahwa rudal balistik jarak menengah Oreshnik mungkin akan dikirim.
Perkembangan ini terjadi seiring AS meningkatkan kehadiran militernya di dekat negara Amerika Selatan tersebut, dengan Gedung Putih menegaskan bahwa mereka sedang mengintensifkan upaya pemberantasan perdagangan narkoba.
Pada Selasa lalu, kapal induk dan tercanggih Amerika; USS Gerald R Ford, mencapai perairan lepas pantai Venezuela, ditemani oleh tiga kapal perang tambahan.
Ribuan personel tambahan diperkirakan akan bergabung dengan mereka. Sejak awal September, operasi militer AS yang menargetkan kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia Selatan dan Pasifik Timur telah mengakibatkan setidaknya 75 korban jiwa.
Sebagai respons, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez mengerahkan 200.000 tentara di seluruh Venezuela untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh AS.
Sementara itu, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengumumkan operasi militer baru melawan "teroris narkotika" di kawasan Karibia. Operasi militer ini diluncurkan di tengah ketegangan dengan Venezuela yang dikhawatirkan berubah menjadi perang kedua negara.
"Hari ini, saya mengumumkan Operasi Southern Spear," tulis Hegseth di X pada hari Kamis, sebagaimana dikutip dari Newsweek, Jumat (14/11/2025).
"Dipimpin oleh Satuan Tugas Gabungan Southern Spear dan SOUTHCOM, misi ini membela tanah air kita, membasmi teroris narkotika dari belahan bumi kita, dan mengamankan tanah air kita dari narkoba yang membunuh rakyat kita. Belahan Bumi Barat adalah lingkungan Amerika—dan kita akan melindunginya," lanjut bos Pentagon tersebut.
Perkembangan ini terjadi seiring AS meningkatkan kehadiran militernya di dekat negara Amerika Selatan tersebut, dengan Gedung Putih menegaskan bahwa mereka sedang mengintensifkan upaya pemberantasan perdagangan narkoba.
Pada Selasa lalu, kapal induk dan tercanggih Amerika; USS Gerald R Ford, mencapai perairan lepas pantai Venezuela, ditemani oleh tiga kapal perang tambahan.
Ribuan personel tambahan diperkirakan akan bergabung dengan mereka. Sejak awal September, operasi militer AS yang menargetkan kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia Selatan dan Pasifik Timur telah mengakibatkan setidaknya 75 korban jiwa.
Sebagai respons, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez mengerahkan 200.000 tentara di seluruh Venezuela untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh AS.
Sementara itu, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengumumkan operasi militer baru melawan "teroris narkotika" di kawasan Karibia. Operasi militer ini diluncurkan di tengah ketegangan dengan Venezuela yang dikhawatirkan berubah menjadi perang kedua negara.
"Hari ini, saya mengumumkan Operasi Southern Spear," tulis Hegseth di X pada hari Kamis, sebagaimana dikutip dari Newsweek, Jumat (14/11/2025).
"Dipimpin oleh Satuan Tugas Gabungan Southern Spear dan SOUTHCOM, misi ini membela tanah air kita, membasmi teroris narkotika dari belahan bumi kita, dan mengamankan tanah air kita dari narkoba yang membunuh rakyat kita. Belahan Bumi Barat adalah lingkungan Amerika—dan kita akan melindunginya," lanjut bos Pentagon tersebut.
Lihat Juga :