Rusia Siap Menolong Venezuela saat Kapal Induk AS Mendekat

Jum'at, 14 November 2025 - 15:00 WIB
loading...
Rusia Siap Menolong...
Rusia siap menolong Venezuela saat kapal induk Amerika Serikat beroperasi di Laut Karibia. Foto/Gazeta Express
A A A
CARACAS - Rusia menyatakan siap menolong Venezuela ketika Amerika Serikat meningkatkan pengerahan aset-aset tempurnya, termasuk kapal induk tercanggih, ke dekat negara Amerika Selatan tersebut. Washington berdalih pengerahan kekuatan militer itu untuk operasi antinarkotika, namun Caracas khawatir itu bagian dari upaya menggulingkan rezim Presiden Nicolas Maduro.

"[Rusia] siap untuk bertindak sepenuhnya dalam kerangka kewajiban yang disepakati bersama dalam perjanjian ini dengan sahabat-sahabat Venezuela kami," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian kemitraan strategis kedua negara yang diteken pada Mei lalu.

Meskipun kemitraan tersebut belum berlaku, Lavrov mengindikasikan bahwa hal itu "hampir terwujud".

Baca Juga: AS Luncurkan Operasi Militer Baru, Situasi Sudah di Ambang Perang dengan Venezuela

Tiga bulan setelah penandatanganannya, Venezuela meresmikan fasilitas untuk memproduksi amunisi Kalashnikov, dan bulan lalu, sebuah pesawat kargo Rusia yang disanksi Barat dan dikenal karena mengirimkan material pertahanan mendarat di Venezuela.

"Sekarang sudah pada tahap akhir ratifikasi. Ini menyatakan perlunya melanjutkan kerja sama keamanan kita, termasuk kerja sama militer-teknis," katanya.

Alexei Zhuravlev, anggota Komite Pertahanan Parlemen Rusia, menyatakan tidak ada yang menghalangi Moskow untuk memberikan "perkembangan baru" kepada Venezuela.

"Kami memasok negara ini dengan hampir seluruh jenis senjata, mulai dari senjata ringan hingga pesawat terbang...Amerika Serikat mungkin akan mendapatkan beberapa kejutan," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Rusia Klaim Kuasai Benteng...
Rusia Klaim Kuasai Benteng Pertahanan Terkuat Ukraina di Konstantinovka, Tewaskan 13.500 Tentara
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Berakhir
Rekomendasi
Geledah Rumah di Sentul...
Geledah Rumah di Sentul Terkait 3 Kasus Korupsi, Polisi Sita Emas dan Uang Hampir Setengah Triliun
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Berita Terkini
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved