Rencana Perjanjian Keamanan Bersama Indonesia - Australia Bangun Kepercayaan di Tengah Perubahan Strategis

Kamis, 13 November 2025 - 15:22 WIB
loading...
Rencana Perjanjian Keamanan...
Rencana perjanjian keamanan bersama Indonesia dan Australia bangun kepercayaan di tengah perubahan strategis. Foto/X/@AlboMP
A A A
JAKARTA - Sebagai dua negara maritim yang bertetangga, Indonesia dan Australia memiliki kedekatan geografis serta tantangan keamanan yang sama. Namun, sejarah menunjukkan bahwa kerja sama antara kedua negara ini membutuhkan lebih dari sekadar perjanjian diplomatik — ia memerlukan kepercayaan, konsistensi, dan saling pengertian.

Pernyataan dua kepala negara, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Rabu (13/11/2025) menyebutkan rencana penandatangan Perjanjian tentang Keamanan Bersama Indonesia Australia pada Januari 2026. Tentunya Perjanjian ini berada dalam konteks kesamaan kepentingan, tetapi juga perbedaan strategis.

"Budaya strategis Australia selama ini dibentuk oleh ketergantungannya pada kekuatan besar dan persepsi jarak dari Asia," ungkap Edna Caroline, co founder Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), dalam keterangan resminya diterima SINDONews.

Dia mengungkapkan, sejak Perang Dunia II, kebijakan pertahanannya telah berevolusi dari strategi forward defense di era Perang Dingin, menjadi defense of Australia pada akhir 1980-an, dan kini bergeser menuju konsep security with Asia. "Pergeseran ini merupakan langkah positif karena menekankan kemitraan, bukan penghadangan," paparnya.

Baca Juga: Australia Bikin Perjanjian Keamanan dengan Indonesia, Jawab Isu Rusia Ingin Kerahkan Pesawat Pengebom Nuklir ke RI
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar 11 Pemimpin ASEAN...
Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Kemitraan Strategis...
Kemitraan Strategis RI–Korsel Perkuat Posisi Indonesia di Bidang Pertahanan dan Teknologi
Cegah Serangan Rusia...
Cegah Serangan Rusia Tanpa Bantuan AS, UE Butuh Waktu 4 Tahun Bangun Militer
Pakar: Indonesia Berisiko...
Pakar: Indonesia Berisiko Terseret Konflik Jika Izinkan Wilayahnya Diakses Jet Tempur AS
Pakar Militer: Manuver...
Pakar Militer: Manuver Ciamik Indonesia Penuh Risiko
AS dan Indonesia Bentuk...
AS dan Indonesia Bentuk Pakta Kerja Sama Pertahanan, Ini 3 Pilar Intinya
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Terbang ke Israel, Pesawat...
Terbang ke Israel, Pesawat Komersial Polandia Kirim Sinyal Pembajakan
Rekomendasi
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved