Trump Tanya Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa: Berapa Banyak Istrimu?
Kamis, 13 November 2025 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Ketika al-Sharaa menjawab: "Satu", tawa pun menyusul. Trump membalas, "Kita tidak pernah tahu!"
Selama kunjungan tersebut, sebagaimana dikutip NDTV, Kamis (13/11/2025), al-Sharaa mengatakan dia telah memberikan Trump hadiah simbolis, replika artefak kuno Suriah, termasuk apa yang dia gambarkan sebagai "abjad pertama dalam sejarah, perangko pertama dalam sejarah, not musik pertama, dan tarif bea cukai pertama."
Mengakui sejarah al-Sharaa yang bergejolak, Trump berkomentar: "Kita semua pernah memiliki masa lalu yang kelam, tetapi dia juga memiliki masa lalu yang kelam. Dan saya pikir, sejujurnya, jika Anda tidak memiliki masa lalu yang kelam, Anda tidak akan punya kesempatan."
Al-Sharaa (43) merebut kekuasaan tahun lalu setelah pasukan HTS-nya dengan cepat menggulingkan Presiden Bashar al-Assad dalam serangan kilat yang berpuncak pada 8 Desember.
Dia datang ke pertemuan Gedung Putih dengan prioritasnya sendiri. Dia menginginkan pencabutan permanen sanksi yang menghukum Suriah atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas oleh pemerintah dan pasukan keamanan Assad. Meskipun sanksi Caesar Act saat ini telah dihapuskan oleh Trump, pencabutan permanen akan mengharuskan Kongres AS untuk bertindak.
Selama kunjungan tersebut, sebagaimana dikutip NDTV, Kamis (13/11/2025), al-Sharaa mengatakan dia telah memberikan Trump hadiah simbolis, replika artefak kuno Suriah, termasuk apa yang dia gambarkan sebagai "abjad pertama dalam sejarah, perangko pertama dalam sejarah, not musik pertama, dan tarif bea cukai pertama."
Mengakui sejarah al-Sharaa yang bergejolak, Trump berkomentar: "Kita semua pernah memiliki masa lalu yang kelam, tetapi dia juga memiliki masa lalu yang kelam. Dan saya pikir, sejujurnya, jika Anda tidak memiliki masa lalu yang kelam, Anda tidak akan punya kesempatan."
Al-Sharaa (43) merebut kekuasaan tahun lalu setelah pasukan HTS-nya dengan cepat menggulingkan Presiden Bashar al-Assad dalam serangan kilat yang berpuncak pada 8 Desember.
Dia datang ke pertemuan Gedung Putih dengan prioritasnya sendiri. Dia menginginkan pencabutan permanen sanksi yang menghukum Suriah atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas oleh pemerintah dan pasukan keamanan Assad. Meskipun sanksi Caesar Act saat ini telah dihapuskan oleh Trump, pencabutan permanen akan mengharuskan Kongres AS untuk bertindak.
(mas)
Lihat Juga :