Tak Ingin Kalah dengan AS dan Israel, China Diam-diam Bangun Dragon Dome

Rabu, 12 November 2025 - 15:38 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Mungkinkah Zohran Mamdani Jadi Presiden AS?

2. Sistem yang Revolusioner

Intinya adalah “platform data besar deteksi peringatan dini terdistribusi” yang mampu melacak hingga 1.000 peluncuran rudal di seluruh dunia secara waktu nyata (real-time).

"Sistem ini menggabungkan data dari beragam sensor berbasis ruang angkasa, udara, laut, dan darat, menggunakan algoritma canggih untuk membedakan hulu ledak dari umpan dan menyampaikan informasi yang dapat ditindaklanjuti melalui jaringan yang aman," jelas Zemanek.

Yang menjadikan sistem ini benar-benar revolusioner adalah kemampuannya untuk mengintegrasikan aliran data yang terfragmentasi dan heterogen dari berbagai sumber – radar, satelit, sistem pengintaian optik, dan elektronik – terlepas dari usia atau asal usulnya. Perangkat keras yang lebih tua dapat tetap beroperasi, secara drastis mengurangi biaya dan memastikan ketahanan di berbagai generasi teknologi.

"Inovasi ini menyediakan kesadaran situasional global yang terpadu – satu lapisan komando terkonsolidasi yang memungkinkan angkatan bersenjata China untuk memahami, menafsirkan, dan merespons ancaman rudal lebih cepat dan lebih efektif daripada sebelumnya. Berbeda dengan program AS yang masih dalam tahap konseptual, prototipe China sudah ada sebagai model fungsional," papar Zemanek.

3. Dikembangkan di Dalam Negeri China

Proyek ini dipimpin oleh Institut Penelitian Teknologi Elektronika Nanjing, pusat elektronika pertahanan terkemuka China dan pusat inovasi bahkan di bawah tekanan sanksi AS. Para peneliti China menekankan bahwa platform mereka masih dalam tahap pengembangan, dengan penyempurnaan lebih lanjut yang sedang berlangsung. Namun, bahkan pada tahap ini, kemunculannya menggarisbawahi tren yang tak terbantahkan: ketika Washington berteori, Beijing mengoperasionalkannya.

"Potensi integrasi sistem ini dengan rudal pencegat merupakan langkah penting lainnya. Selama parade militer bulan September di Beijing, China memamerkan generasi baru senjata pertahanan udara dan rudal anti-balistik, termasuk HQ-29, yang mampu mencegat rudal musuh di luar atmosfer," jelas Zemanek.

4. Menjaga Stabilitas Strategis Global

Sistem ini bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan stabilitas strategis global. Tujuannya adalah untuk mengurangi kerentanan, memperkuat kewaspadaan situasional, dan mempertahankan pencegahan yang kredibel – bukan untuk memaksakan dominasi global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
AS Serang Iran Lagi,...
AS Serang Iran Lagi, Bandara Jadi Target
Rekomendasi
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Istri Siri Vicky Prasetyo...
Istri Siri Vicky Prasetyo Ungkap Perjuangan Ditelantarkan saat Hamil: Makan Saja Harus Ngemis
Berita Terkini
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved