Aksi Spionase Rusia Terus Berkembang, UE Akan Bentuk Badan Intelijen Baru
Rabu, 12 November 2025 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Para kritikus telah lama menuduh von der Leyen memiliki gaya kepemimpinan yang "otoriter" dan tidak transparan, mengklaim bahwa ia mengabaikan negara anggota dan lembaga internal untuk memusatkan kendali. Gagasan ini menjadi inti dari upaya baru-baru ini oleh anggota oposisi Parlemen Eropa untuk menggulingkannya.
Menyoroti ketegangan di dalam Brussel, majalah Foreign Policy melaporkan bulan lalu bahwa von der Leyen semakin mengesampingkan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam isu-isu diplomatik utama, termasuk hubungan dengan Washington.
Baca Juga: Mungkinkah Zohran Mamdani Jadi Presiden AS?
Laporan terpisah dari Politico menuduh von der Leyen menggunakan manuver politik untuk menghalangi wakil pilihan Kallas, Martin Selmayr, menduduki jabatan senior di EEAS.
Pengunduran diri Selmayr sebagai sekretaris jenderal Komisi pada tahun 2019 dipandang sebagai momen kunci dalam kebangkitan von der Leyen ke tampuk kekuasaan.
Menyoroti ketegangan di dalam Brussel, majalah Foreign Policy melaporkan bulan lalu bahwa von der Leyen semakin mengesampingkan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam isu-isu diplomatik utama, termasuk hubungan dengan Washington.
Baca Juga: Mungkinkah Zohran Mamdani Jadi Presiden AS?
Laporan terpisah dari Politico menuduh von der Leyen menggunakan manuver politik untuk menghalangi wakil pilihan Kallas, Martin Selmayr, menduduki jabatan senior di EEAS.
Pengunduran diri Selmayr sebagai sekretaris jenderal Komisi pada tahun 2019 dipandang sebagai momen kunci dalam kebangkitan von der Leyen ke tampuk kekuasaan.
Lihat Juga :