Kenapa Paspor Indonesia Lemah? Berikut 3 Alasannya

Selasa, 11 November 2025 - 11:25 WIB
loading...
A A A
Menurut analisis berdasarkan Indeks Paspor Henley dan Indeks Negara Rapuh yang dihasilkan oleh The Fund for Peace, negara-negara yang lebih rapuh cenderung tidak memiliki tingkat kebebasan bepergian yang lebih tinggi.

Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa negara-negara ini termasuk dalam kategori berisiko tinggi untuk keamanan, suaka, dan masa tinggal berlebih. Akibatnya, negara-negara seperti Somalia, Sudan Selatan, dan Suriah memiliki beberapa skor bebas visa terendah. Namun, ada pengecualian.

Warga negara dari negara-negara dengan ketidakstabilan domestik yang tinggi tidak hanya kekurangan akses bebas visa ke sebagian besar negara, tetapi juga lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan visa ketika mereka mengajukannya, sehingga menciptakan hambatan lain bagi kebebasan bepergian.

3. Demokrasinya Lemah

Apakah demokrasi memainkan peran penting dalam mendorong peningkatan skor bebas visa? Tampaknya tidak. Menganalisis data yang dikumpulkan oleh proyek Varieties of Democracy (V-Dem) di Universitas Gothenburg di Swedia, bentuk pemerintahan tidak memiliki korelasi yang kuat dengan kekuatan paspor dibandingkan faktor-faktor lainnya.

Memang benar bahwa negara-negara demokrasi, secara rata-rata, mampu memperoleh akses bebas visa ke lebih banyak tujuan dibandingkan negara-negara otoriter. Misalnya, meskipun skor bebas visa rata-rata negara-negara demokrasi pada tahun 2020 adalah 133, skornya adalah 83 untuk negara-negara dengan pemerintahan non-demokratis.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Trump Peringatkan Eropa...
Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Berita Terkini
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved