Inilah Kerajaan Eswatini, yang Rajanya Poligami Gila-gilaan hingga 70 Istri
Senin, 10 November 2025 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
Setelah kematian Raja Sobhuza II, Dewan Liqoqo menunjuk Ntombi Tfwala sebagai Ratu Pemangku Sementara (Queen Regent) hingga putranya dewasa.
Pada tahun 1986, Makhosetive dinobatkan menjadi Raja Mswati III pada usia 18 tahun. Gelar resminya dalam bahasa Swaziland adalah Ngwenyama (Singa)—gelar tradisional bagi raja Eswatini.
Ketika Mswati III naik takhta dan mengubah nama Kerajaan Swaziland menjadi Kerajaan Eswatini, rakyat kerajaan berharap modernisasi.
Tapi yang terjadi, dia justru mewarisi tradisi poligami istana ayahnya—lengkap dengan kemewahan yang mengiringinya.
Hingga kini, Raja Mswati III memiliki 15 istri resmi dan lebih dari 35 anak.
Dia masih menjalankan ritual tahunan Umhlanga Reed Dance, sebuah festival besar di mana ribuan gadis muda menari di hadapan raja. Dari acara itulah, raja kadang memilih calon istri barunya—sebuah praktik yang dipertahankan meski menuai kritik dari aktivis perempuan dan media internasional.
Dalam laporan lama dari The Guardian dan BBC Africa, festival tersebut dianggap sebagian kalangan sebagai simbol budaya, namun bagi pengamat Barat sering dituding sebagai bentuk objektifikasi perempuan.
Raja Mswati III hidup mewah—istana besar, pesawat pribadi, dan deretan mobil mewah, sementara hampir 60% rakyat Eswatini hidup di bawah garis kemiskinan. Kontras antara kekuasaan tradisional dan realitas sosial modern membuat kerajaan ini kerap jadi sorotan dunia internasional.
Pada tahun 1986, Makhosetive dinobatkan menjadi Raja Mswati III pada usia 18 tahun. Gelar resminya dalam bahasa Swaziland adalah Ngwenyama (Singa)—gelar tradisional bagi raja Eswatini.
Ketika Mswati III naik takhta dan mengubah nama Kerajaan Swaziland menjadi Kerajaan Eswatini, rakyat kerajaan berharap modernisasi.
Tapi yang terjadi, dia justru mewarisi tradisi poligami istana ayahnya—lengkap dengan kemewahan yang mengiringinya.
Hingga kini, Raja Mswati III memiliki 15 istri resmi dan lebih dari 35 anak.
Dia masih menjalankan ritual tahunan Umhlanga Reed Dance, sebuah festival besar di mana ribuan gadis muda menari di hadapan raja. Dari acara itulah, raja kadang memilih calon istri barunya—sebuah praktik yang dipertahankan meski menuai kritik dari aktivis perempuan dan media internasional.
Dalam laporan lama dari The Guardian dan BBC Africa, festival tersebut dianggap sebagian kalangan sebagai simbol budaya, namun bagi pengamat Barat sering dituding sebagai bentuk objektifikasi perempuan.
Raja Mswati III hidup mewah—istana besar, pesawat pribadi, dan deretan mobil mewah, sementara hampir 60% rakyat Eswatini hidup di bawah garis kemiskinan. Kontras antara kekuasaan tradisional dan realitas sosial modern membuat kerajaan ini kerap jadi sorotan dunia internasional.
(mas)
Lihat Juga :