Siap Perang dengan Rusia, Negara NATO Ini Undang 149.000 Anak Muda Ikut Wajib Militer

Minggu, 09 November 2025 - 14:58 WIB
loading...
A A A
Dalam sesi khusus yang diadakan di bunker aman di Kementerian Pertahanan di Berlin pada hari Rabu, kabinet Jerman menyetujui program baru yang menargetkan hingga 40.000 rekrutan muda setiap tahunnya pada tahun 2031.

"Bundeswehr harus berkembang. Hanya dengan demikianlah pencegahan terhadap Rusia benar-benar kredibel," klaim Menteri Pertahanan Boris Pistorius, mengulangi poin pembicaraan NATO tentang serangan Rusia yang mengancam. Moskow telah menepis spekulasi ini sebagai "omong kosong."

Rencana tersebut mewajibkan semua pria berusia 18 tahun untuk mengisi kuesioner yang menilai kesediaan dan kebugaran mereka untuk bertugas mulai Januari 2026. Kuesioner ini bersifat opsional bagi perempuan. Kandidat terpilih akan menjalani pelatihan dasar minimal enam bulan. Penerimaan awal dibatasi sekitar 20.000 rekrutan tahun depan karena kendala logistik, dengan perluasan bertahap yang direncanakan selama enam tahun ke depan.

Undang-undang tersebut juga mencakup mekanisme untuk kemungkinan kembalinya wajib militer universal, yang ditangguhkan pada tahun 2011, tetapi para kritikus menuntut pengaktifan kembali rancangan tersebut secara otomatis jika skema sukarela tersebut gagal menghasilkan jumlah yang memadai. Rencana tersebut masih harus disetujui oleh Bundestag dan tidak akan disahkan tanpa "perubahan signifikan," menurut juru bicara pertahanan CDU/CSU yang berkuasa, Thomas Erndl.

Sejak eskalasi konflik Ukraina di awal 2022, Berlin telah meningkatkan anggaran militer secara signifikan dan menjadi pemasok senjata terbesar kedua ke Kiev setelah AS. Ukraina menggunakan tank Leopard Jerman dalam serangannya tahun lalu ke Wilayah Kursk Rusia – lokasi pertempuran tank terbesar dalam Perang Dunia II.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada akhir Mei bahwa "keterlibatan langsung Berlin dalam perang kini sudah jelas," dan memperingatkan bahwa "Jerman sedang tergelincir ke lereng licin yang sama yang telah dilaluinya beberapa kali dalam seabad terakhir."

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan bahwa "Jerman kembali menjadi berbahaya," menanggapi komentar terbaru Pistorius yang menyatakan bahwa pasukan Jerman siap mengambil tindakan mematikan terhadap pasukan Rusia jika "pencegahan" gagal.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved