Gedung Putih Siap Sambut Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, Padahal Dulu Teroris Bernilai Rp166 Miliar
Minggu, 09 November 2025 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
"Amerika Serikat berencana untuk mendirikan pangkalan militer di dekat Damaskus untuk mengoordinasikan bantuan kemanusiaan dan memantau perkembangan antara Suriah dan Israel," kata seorang sumber diplomatik di Suriah kepada AFP, Minggu (9/11/2025).
Keputusan Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat untuk menghapus al-Sharaa dari daftar hitam sudah diperkirakan sebelumnya.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan pemerintah al-Sharaa telah memenuhi tuntutan AS, termasuk berupaya menemukan warga Amerika yang hilang dan memusnahkan senjata kimia yang tersisa.
“Tindakan-tindakan ini diambil sebagai pengakuan atas kemajuan yang ditunjukkan oleh kepemimpinan Suriah setelah lengsernya Bashar al-Assad dan lebih dari 50 tahun penindasan di bawah rezim al-Assad,” kata Pigott.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pencabutan daftar hitam AS akan mendorong keamanan dan stabilitas regional serta proses politik yang inklusif, dipimpin dan dimiliki oleh Suriah.
Kunjungan al-Sharaa ke Washington dilakukan setelah kunjungan bersejarahnya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September—pertama kalinya dia berada di tanah AS—di mana dia menjadi presiden Suriah pertama dalam beberapa dekade yang berpidato di hadapan Majelis Umum PBB di New York.
Pada hari Kamis, Washington memimpin pemungutan suara oleh Dewan Keamanan PBB untuk mencabut sanksi PBB terhadapnya.
Keputusan Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat untuk menghapus al-Sharaa dari daftar hitam sudah diperkirakan sebelumnya.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan pemerintah al-Sharaa telah memenuhi tuntutan AS, termasuk berupaya menemukan warga Amerika yang hilang dan memusnahkan senjata kimia yang tersisa.
“Tindakan-tindakan ini diambil sebagai pengakuan atas kemajuan yang ditunjukkan oleh kepemimpinan Suriah setelah lengsernya Bashar al-Assad dan lebih dari 50 tahun penindasan di bawah rezim al-Assad,” kata Pigott.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pencabutan daftar hitam AS akan mendorong keamanan dan stabilitas regional serta proses politik yang inklusif, dipimpin dan dimiliki oleh Suriah.
Kunjungan al-Sharaa ke Washington dilakukan setelah kunjungan bersejarahnya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September—pertama kalinya dia berada di tanah AS—di mana dia menjadi presiden Suriah pertama dalam beberapa dekade yang berpidato di hadapan Majelis Umum PBB di New York.
Pada hari Kamis, Washington memimpin pemungutan suara oleh Dewan Keamanan PBB untuk mencabut sanksi PBB terhadapnya.
Lihat Juga :