Negara Mayoritas Muslim Ini Gabung Perjanjian Abraham, Normalisasi dengan Israel
Jum'at, 07 November 2025 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjian Abraham, yang dimediasi selama masa jabatan pertama Trump, menormalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab dan Bahrain. Trump mengatakan upacara penandatanganan resmi dengan Kazakhstan akan segera berlangsung dan lebih banyak negara yang berbaris untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham.
Sebelumnya, utusan khusus Trump; Steve Witkoff, mengatakan sebuah negara baru akan secara resmi bergabung dalam kesepakatan normalisasi dengan Israel yang secara kolektif dikenal sebagai Perjanjian Abraham.
Witkoff menolak menyebutkan negara mana yang akan bergabung, tetapi mengatakan pengumuman tersebut akan dilakukan pada Kamis malam di sebuah acara yang akan dia hadiri di Washington.
"Saya akan terbang kembali ke Washington malam ini karena kami akan mengumumkan malam ini, satu negara lagi yang akan bergabung dalam Perjanjian Abraham," kata Witkoff dalam sebuah forum bisnis di Miami, Florida.
Trump dijadwalkan akan menjamu para pemimpin lima negara Asia Tengah—Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Kirgistan—di Gedung Putih pada Kamis malam.
Sebelumnya, utusan khusus Trump; Steve Witkoff, mengatakan sebuah negara baru akan secara resmi bergabung dalam kesepakatan normalisasi dengan Israel yang secara kolektif dikenal sebagai Perjanjian Abraham.
Witkoff menolak menyebutkan negara mana yang akan bergabung, tetapi mengatakan pengumuman tersebut akan dilakukan pada Kamis malam di sebuah acara yang akan dia hadiri di Washington.
"Saya akan terbang kembali ke Washington malam ini karena kami akan mengumumkan malam ini, satu negara lagi yang akan bergabung dalam Perjanjian Abraham," kata Witkoff dalam sebuah forum bisnis di Miami, Florida.
Trump dijadwalkan akan menjamu para pemimpin lima negara Asia Tengah—Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Kirgistan—di Gedung Putih pada Kamis malam.
Lihat Juga :