Pemerintah AS Masih Tutup, Trump Ancam Pangkas Kupon Bantuan Makanan
Rabu, 05 November 2025 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Seseorang dalam program ini menerima rata-rata sekitar USD190 setiap bulan, sementara satu rumah tangga menerima rata-rata USD356 dalam bentuk bahan makanan setiap bulan.
Manfaat tersebut biasanya dibebankan ke kartu debit. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, tampaknya membantah unggahan media sosial presiden pada Selasa sore, dengan mengatakan pemerintah "sepenuhnya mematuhi perintah pengadilan", tetapi pencairan dana tersebut tidak akan berlangsung cepat.
"Para penerima manfaat SNAP ini perlu memahami akan membutuhkan waktu untuk menerima dana ini," ujar Leavitt. "Presiden tidak ingin terus-menerus menggunakan dana darurat yang bahkan tidak memiliki cukup uang untuk mendanai seluruh program."
USDA pada hari Senin mengatakan, mengingat putusan Hakim Distrik AS John McConnell di Rhode Island, salah satu hakim yang awalnya memerintahkan pemerintah untuk mendanai SNAP, USDA akan menggunakan dana darurat tersebut untuk membayar penerima SNAP sebesar 50 persen dari jatah tipikal mereka, menyebutnya sebagai "proses yang rumit" yang akan mengakibatkan keterlambatan penerimaan manfaat.
Para pengacara di kelompok hukum liberal Democracy Forward, dalam mosi pada hari Selasa, mengatakan kepada McConnell bahwa pernyataan USDA tentang penundaan menunjukkan pemerintah telah gagal menyelesaikan "beban" yang ditimbulkan dengan hanya menyediakan sebagian manfaat.
"Waktu sangat penting dalam hal kelaparan," tulis para pengacara.
Leavitt berulang kali menyebut penutupan pemerintah sebagai upaya yang dipimpin Partai Demokrat dalam konferensi persnya pada hari Selasa, mengklaim partai tersebut bersedia merugikan negara demi mendapatkan poin politik.
"Partai Demokrat sengaja merugikan keluarga, bisnis, dan pekerja Amerika dengan penutupan pemerintah ini untuk memperjuangkan layanan kesehatan gratis bagi imigran ilegal demi menenangkan basis sayap kiri radikal mereka," ujar dia.
Manfaat tersebut biasanya dibebankan ke kartu debit. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, tampaknya membantah unggahan media sosial presiden pada Selasa sore, dengan mengatakan pemerintah "sepenuhnya mematuhi perintah pengadilan", tetapi pencairan dana tersebut tidak akan berlangsung cepat.
"Para penerima manfaat SNAP ini perlu memahami akan membutuhkan waktu untuk menerima dana ini," ujar Leavitt. "Presiden tidak ingin terus-menerus menggunakan dana darurat yang bahkan tidak memiliki cukup uang untuk mendanai seluruh program."
USDA pada hari Senin mengatakan, mengingat putusan Hakim Distrik AS John McConnell di Rhode Island, salah satu hakim yang awalnya memerintahkan pemerintah untuk mendanai SNAP, USDA akan menggunakan dana darurat tersebut untuk membayar penerima SNAP sebesar 50 persen dari jatah tipikal mereka, menyebutnya sebagai "proses yang rumit" yang akan mengakibatkan keterlambatan penerimaan manfaat.
Para pengacara di kelompok hukum liberal Democracy Forward, dalam mosi pada hari Selasa, mengatakan kepada McConnell bahwa pernyataan USDA tentang penundaan menunjukkan pemerintah telah gagal menyelesaikan "beban" yang ditimbulkan dengan hanya menyediakan sebagian manfaat.
"Waktu sangat penting dalam hal kelaparan," tulis para pengacara.
Leavitt berulang kali menyebut penutupan pemerintah sebagai upaya yang dipimpin Partai Demokrat dalam konferensi persnya pada hari Selasa, mengklaim partai tersebut bersedia merugikan negara demi mendapatkan poin politik.
"Partai Demokrat sengaja merugikan keluarga, bisnis, dan pekerja Amerika dengan penutupan pemerintah ini untuk memperjuangkan layanan kesehatan gratis bagi imigran ilegal demi menenangkan basis sayap kiri radikal mereka," ujar dia.
Lihat Juga :