Eskalasi Berbahaya, Israel akan Setujui Hampir 2.000 Unit Permukiman di Tepi Barat
Sabtu, 01 November 2025 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
“Rencana permukiman ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengkriminalisasi pembangunan permukiman,” tegas Hamas.
Menurut harian Yedioth Ahronoth, sejak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjabat pada akhir 2022, Israel telah memajukan rencana untuk sekitar 48.000 unit permukiman di Tepi Barat, dengan rata-rata sekitar 17.000 unit per tahun, Anadolu melaporkan.
Pada 20 Agustus, pemerintah memberikan persetujuan akhir untuk rencana permukiman “E1”, yang mencakup pembangunan sekitar 3.400 unit rumah di dekat permukiman Ma’ale Adumim.
Kelompok hak asasi manusia Israel, Peace Now, menggambarkan rencana E1 sebagai “pukulan fatal” bagi solusi dua negara, karena akan memisahkan Tepi Barat utara dan selatan serta mengisolasi Yerusalem Timur.
PBB telah berulang kali menegaskan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal menurut hukum internasional, dan memperingatkan hal itu merusak prospek solusi dua negara.
Menurut harian Yedioth Ahronoth, sejak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjabat pada akhir 2022, Israel telah memajukan rencana untuk sekitar 48.000 unit permukiman di Tepi Barat, dengan rata-rata sekitar 17.000 unit per tahun, Anadolu melaporkan.
Pukulan Fatal
Pada 20 Agustus, pemerintah memberikan persetujuan akhir untuk rencana permukiman “E1”, yang mencakup pembangunan sekitar 3.400 unit rumah di dekat permukiman Ma’ale Adumim.
Kelompok hak asasi manusia Israel, Peace Now, menggambarkan rencana E1 sebagai “pukulan fatal” bagi solusi dua negara, karena akan memisahkan Tepi Barat utara dan selatan serta mengisolasi Yerusalem Timur.
PBB telah berulang kali menegaskan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal menurut hukum internasional, dan memperingatkan hal itu merusak prospek solusi dua negara.
Lihat Juga :