Siapa Sheikh Saleh Al-Fawzan? Mufti Agung Saudi yang Pernah Menyebut Syiah sebagai Saudara Setan

Selasa, 04 November 2025 - 14:35 WIB
loading...
Siapa Sheikh Saleh Al-Fawzan?...
Sheikh Saleh Al-Fawzan merupakan Mufti Agung Arab Saudi. Foto/X/@insharifain
A A A
RIYADH - Arab Saudi telah menunjuk Sheikh Saleh bin Fawzan bin Abdullah Al-Fawzan sebagai mufti agung baru kerajaan, otoritas keagamaan tertinggi, setelah wafatnya Sheikh Abdulaziz Al-Sheikh pada bulan September. Menurut media Saudi, penunjukan tersebut dilakukan melalui dekrit kerajaan yang dikeluarkan oleh Raja Salman pada hari Rabu, berdasarkan rekomendasi dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Siapa Sheikh Saleh Al-Fawzan? Mufti Agung Saudi yang Pernah Menyebut Syiah sebagai Saudara Setan

1. Ulama Paling Senior di Arab Saudi

Melansir The New Arab, lahir pada 28 September 1935 di Al-Shamasiya, Provinsi Qassim, Syekh Al-Fawzan adalah salah satu ulama paling senior di kerajaan dan anggota Dewan Ulama Senior yang telah lama menjabat.

Pada usia 90 tahun, ia menjadi orang keempat yang memegang posisi mufti agung sejak peran tersebut diciptakan pada tahun 1953, setelah Muhammad bin Ibrahim Al-Sheikh, Abdulaziz bin Baz, dan Abdulaziz Al-Sheikh.

2. Pernah Menyebut Syiah sebagai Saudara Setan

Al-Fawzan telah lama dianggap sebagai tokoh konservatif terkemuka dalam lembaga keagamaan Arab Saudi. Selama bertahun-tahun, ia telah mengeluarkan pendapat yang kontroversial, termasuk penolakan terhadap penetapan usia minimum untuk menikah dan pernyataan yang mengkritik minoritas Muslim Syiah di negara itu.

Human Rights Watch mengutipnya pada tahun 2017 karena menyebut Syiah sebagai "saudara Setan" dalam sesi tanya jawab publik.

Baca Juga: 5 Negara dengan Biaya Hidup Termurah, Salah Satunya Bisa Hidup Mewah dengan Rp149 Ribu

3. Murid Langsung Abdulaziz bin Baz

Al-Fawzan kehilangan ayahnya di usia muda dan mempelajari Al-Qur'an serta literasi dasar di bawah bimbingan ulama setempat sebelum bersekolah di Sekolah Faisaliah di Buraydah. Ia kemudian bergabung dengan Institut Islam di kota yang sama dan lulus dari Sekolah Tinggi Syariah Riyadh pada tahun 1961. Ia kemudian meraih gelar magister hukum waris Islam dan gelar doktor yurisprudensi, keduanya dari perguruan tinggi yang sama.

Ia belajar di bawah bimbingan ulama terkemuka seperti Abdulaziz bin Baz, Abdulrahman al-Saadi, dan Abdullah bin Humaid, yang berpengaruh dalam membentuk pendekatan teologisnya.

4. Tokoh Kunci dalam Pengembangan Doktrin Wahabi

Setelah lulus, Al-Fawzan mulai mengajar di Institut Riyadh dan kemudian di Sekolah Tinggi Syariah, Sekolah Tinggi Dasar-Dasar Agama, dan Institut Peradilan Tinggi, tempat ia akhirnya menjabat sebagai direktur. Ia membimbing banyak tesis pascasarjana dan terus mengajar serta berkhotbah di Masjid Pangeran Mut’ib bin Abdulaziz di Riyadh.

Al-Fawzan menjadi anggota Komite Tetap untuk Penelitian Islam dan Ifta, Dewan Ulama Senior, serta Dewan Fikih di Mekkah di bawah Liga Muslim Dunia. Tulisan, program radio, dan fatwanya tersebar luas, dan ia dianggap sebagai salah satu tokoh kunci yang melestarikan doktrin Hanbali-Wahhabi tradisional Arab Saudi.

Ia sangat dipengaruhi oleh mentornya, Syekh Abdulaziz bin Baz, yang di bawah bimbingannya ia bekerja di otoritas Ifta. Rekan-rekan dan mahasiswa menggambarkannya sebagai seorang ahli hukum yang teliti yang bersikeras mendasarkan semua putusan secara ketat pada Al-Qur’an dan Sunnah.

5. Melanjutkan Tradisi Mufti Agung

Penunjukan Al-Fawzan melanjutkan tradisi kerajaan dalam memilih ulama paling senior dari Dewan Ulama Senior untuk menjabat sebagai mufti agung. Langkah ini menggarisbawahi keberlanjutan dalam lembaga keagamaan, bahkan ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman mendorong reformasi sosial dan ekonomi yang luas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved