Gawat, Lebih dari 1 Juta Orang Bahas Keinginan Bunuh Diri dengan ChatGPT Setiap Pekan
Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Dalam percakapan terkait keyakinan delusi, perusahaan tersebut mengatakan mereka mengajarkan ChatGPT untuk merespons "dengan aman" dan "dengan empati", sambil menghindari penegasan keyakinan yang tidak berdasar.
Pengumuman perusahaan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas meningkatnya penggunaan chatbot AI seperti ChatGPT dan dampaknya terhadap kesehatan mental masyarakat.
Para psikiater dan tenaga medis profesional lainnya telah menyatakan kekhawatiran tentang tren yang muncul di mana pengguna mengembangkan delusi berbahaya dan pikiran paranoid setelah percakapan panjang dengan chatbot AI, yang cenderung menegaskan dan memperkuat keyakinan pengguna.
Fenomena ini dijuluki oleh beberapa orang sebagai "psikosis AI".
Baca juga: Israel Kembali Serang Gaza, Banyak Warga Palestina Tewas dan Terluka
Pengumuman perusahaan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas meningkatnya penggunaan chatbot AI seperti ChatGPT dan dampaknya terhadap kesehatan mental masyarakat.
Para psikiater dan tenaga medis profesional lainnya telah menyatakan kekhawatiran tentang tren yang muncul di mana pengguna mengembangkan delusi berbahaya dan pikiran paranoid setelah percakapan panjang dengan chatbot AI, yang cenderung menegaskan dan memperkuat keyakinan pengguna.
Fenomena ini dijuluki oleh beberapa orang sebagai "psikosis AI".
Baca juga: Israel Kembali Serang Gaza, Banyak Warga Palestina Tewas dan Terluka
(sya)
Lihat Juga :