Sirikit, Ibu Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Meninggal Dunia
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 08:15 WIB
loading...
Ibu Suri Sirikit Kitiyakara, ibu Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, telah meninggal dunia di usia 93 tahun pada Jumat malam waktu Bangkok. Foto/Bureau of the Royal Household
A
A
A
BANGKOK - Ibu Suri Sirikit Kitiyakara, ibu Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, telah meninggal dunia di usia 93 tahun pada Jumat malam waktu Bangkok. Sirikit adalah istri dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej.
Menurut Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, Ibu Suri Sirikit meninggal dunia dengan tenang di sebuah rumah sakit di Bangkok pukul 21.21 waktu setempat.
Biro itu menambahkan, Sirikit telah menderita beberapa penyakit selama di rumah sakit sejak 2019, termasuk infeksi darah bulan ini.
Selama lebih dari enam dekade, Ratu Sirikit menikah dengan raja terlama di Thailand, Raja Bhumibol Adulyadej, yang meninggal dunia pada tahun 2016.
Baca Juga: Profil Sirikit Kitiyakara, Ibu Raja Thailand Maha Vajiralongkorn yang Kontroversial
Raja Maha Vajiralongkorn telah memerintahkan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand untuk menyelenggarakan pemakaman kerajaan.
Menurut pihak istana, jenazah Ibu Suri Sirikit akan disemayamkan di Dusit Thorne Hall, Istana Raja, Bangkok.
Keluarga Kerajaan Thailand juga akan menjalani masa berkabung selama setahun.
Ratu Sirikit menikah dengan mendiang Raja Bhumibol Adulyadej pada 28 April 1950, seminggu sebelum Bhumibol dinobatkan sebagai raja Thailand di Bangkok.
Pasangan tersebut bertemu saat Sirikit belajar musik di Paris, tempat ayahnya bertugas sebagai duta besar Thailand untuk Prancis.
"Itu adalah kebencian pada pandangan pertama," katanya dalam film dokumenter BBC tahun 1980 tentang monarki Thailand, Soul of a Nation, seraya menambahkan bahwa sang raja saat itu datang terlambat ke pertemuan pertama mereka.
"Karena dia bilang akan tiba pukul empat sore. Dia tiba pukul tujuh, membuat saya berdiri di sana, berlatih membungkuk dan membungkuk," katanya.
Sebagai pasangan muda di era 1960-an, Ratu Sirikit dan Raja Bhumibol berkeliling dunia, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Dwight Eisenhower, mendiang Ratu Elizabeth II, dan juga Elvis Presley.
Selama dekade tersebut, dia kerap masuk dalam daftar sosok berbusana terbaik internasional.
Dalam wawancara langka tahun 1980 dengan BBC, dia juga menggambarkan hubungan antara monarki dan rakyat di Thailand, yang masih mematuhi hukum lese-majeste yang ketat yang melarang penghinaan terhadap monarki.
Dia berkata: "Raja dan ratu Thailand selalu dekat dengan rakyat dan mereka biasanya menganggap raja sebagai bapak bangsa."
"Itulah sebabnya kami tidak memiliki banyak kehidupan pribadi, karena kami dianggap sebagai bapak dan ibu bangsa," ujarnya.
Dia dipandang sebagai tokoh keibuan yang penting bagi negara, dengan hari ulang tahunnya, 12 Agustus, diperingati sebagai Hari Ibu sejak tahun 1976.
Pada tahun 2008, dia menghadiri pemakaman seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah yang tewas dalam bentrokan dengan polisi.
Ratu Sirikit menderita stroke pada tahun 2012, setelah itu dia jarang terlihat di depan umum.
Dia meninggalkan seorang putra dan tiga putri, yakni Raja Vajiralongkorn dan tiga saudara perempuannya. Raja Vajiralongkorn saat ini dikenal sebagai raja terkaya di dunia.
Menurut Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, Ibu Suri Sirikit meninggal dunia dengan tenang di sebuah rumah sakit di Bangkok pukul 21.21 waktu setempat.
Biro itu menambahkan, Sirikit telah menderita beberapa penyakit selama di rumah sakit sejak 2019, termasuk infeksi darah bulan ini.
Selama lebih dari enam dekade, Ratu Sirikit menikah dengan raja terlama di Thailand, Raja Bhumibol Adulyadej, yang meninggal dunia pada tahun 2016.
Baca Juga: Profil Sirikit Kitiyakara, Ibu Raja Thailand Maha Vajiralongkorn yang Kontroversial
Raja Maha Vajiralongkorn telah memerintahkan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand untuk menyelenggarakan pemakaman kerajaan.
Menurut pihak istana, jenazah Ibu Suri Sirikit akan disemayamkan di Dusit Thorne Hall, Istana Raja, Bangkok.
Keluarga Kerajaan Thailand juga akan menjalani masa berkabung selama setahun.
Ratu Sirikit menikah dengan mendiang Raja Bhumibol Adulyadej pada 28 April 1950, seminggu sebelum Bhumibol dinobatkan sebagai raja Thailand di Bangkok.
Pasangan tersebut bertemu saat Sirikit belajar musik di Paris, tempat ayahnya bertugas sebagai duta besar Thailand untuk Prancis.
"Itu adalah kebencian pada pandangan pertama," katanya dalam film dokumenter BBC tahun 1980 tentang monarki Thailand, Soul of a Nation, seraya menambahkan bahwa sang raja saat itu datang terlambat ke pertemuan pertama mereka.
"Karena dia bilang akan tiba pukul empat sore. Dia tiba pukul tujuh, membuat saya berdiri di sana, berlatih membungkuk dan membungkuk," katanya.
Sebagai pasangan muda di era 1960-an, Ratu Sirikit dan Raja Bhumibol berkeliling dunia, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Dwight Eisenhower, mendiang Ratu Elizabeth II, dan juga Elvis Presley.
Selama dekade tersebut, dia kerap masuk dalam daftar sosok berbusana terbaik internasional.
Dalam wawancara langka tahun 1980 dengan BBC, dia juga menggambarkan hubungan antara monarki dan rakyat di Thailand, yang masih mematuhi hukum lese-majeste yang ketat yang melarang penghinaan terhadap monarki.
Dia berkata: "Raja dan ratu Thailand selalu dekat dengan rakyat dan mereka biasanya menganggap raja sebagai bapak bangsa."
"Itulah sebabnya kami tidak memiliki banyak kehidupan pribadi, karena kami dianggap sebagai bapak dan ibu bangsa," ujarnya.
Dia dipandang sebagai tokoh keibuan yang penting bagi negara, dengan hari ulang tahunnya, 12 Agustus, diperingati sebagai Hari Ibu sejak tahun 1976.
Pada tahun 2008, dia menghadiri pemakaman seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah yang tewas dalam bentrokan dengan polisi.
Ratu Sirikit menderita stroke pada tahun 2012, setelah itu dia jarang terlihat di depan umum.
Dia meninggalkan seorang putra dan tiga putri, yakni Raja Vajiralongkorn dan tiga saudara perempuannya. Raja Vajiralongkorn saat ini dikenal sebagai raja terkaya di dunia.
(mas)
Lihat Juga :