Iran Samakan Trump dengan Hitler, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 07:32 WIB
loading...
Iran Samakan Trump dengan...
Pemimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyamakan Presiden AS Donald Trump dengan diktator Nazi Jerman Adolf Hitler yang terkenal kejam. Foto/via Times of Israel
A A A
TEHERAN - Pemimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, telah menyamakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan diktator Nazi Jerman Adolf Hitler yang terkenal kejam. Alasannya, keduanya sama-sama memaksakan keinginan dengan kekuatan.

"Pernyataan Trump bahwa dia ingin menciptakan perdamaian melalui kekuatan adalah pernyataan yang aneh karena Hitler mengatakan hal yang sama," kata Larijani, seperti dikutip Newsweek, Sabtu (25/10/2025).

Larijani, dalam sebuah acara di Teheran pada Kamis malam, mengatakan Trump tidak lebih dari seorang "pengusaha biasa". Dia mengecam pendekatan AS terhadap diplomasi Timur Tengah dan menolak KTT perdamaian Gaza di Mesir, yang sengaja diabaikan Teheran.

Baca Juga: Erdogan Tegaskan Kejahatan Genosida Netanyahu sudah Melebihi Hitler

Pernyataan Larijani menyoroti kemerosotan tajam dalam hubungan Iran-AS dan meningkatnya ketegangan regional.

Selama perang 12 hari antara Iran dengan Israel pada bulan Juni, AS ikut melancarkan serangan terhadap situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Esfahan. Sebagai respons, Iran mengakhiri partisipasinya dalam kesepakatan nuklir 2015, yang juga dikenal sebagai JCPOA, dan menghentikan kerja sama dengan badan pengawas nuklir PBB, IAEA, dengan alasan tuntutan AS dan kembalinya sanksi PBB.

Dengan membandingkan Trump dengan Hitler, Larijani menggambarkan diplomasi AS sebagai otoriter dan egois, menandakan penolakan Teheran untuk menerima inisiatif regional Washington.

Larijani, yang juga merupakan perwakilan pribadi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengkritik gaya diplomasi Trump, menggambarkan KTT perdamaian Gaza sebagai tontonan pribadi.

"KTT tersebut berlevel rendah dan tidak memiliki tempat bagi Iran yang revolusioner," katanya, menekankan pandangan Teheran bahwa upaya perdamaian yang dipimpin AS itu dangkal.

KTT 12 Oktober di Sharm El Sheikh di pesisir Laut Merah Mesir, yang bertujuan untuk meresmikan gencatan senjata yang ditengahi AS di Gaza, menarik perhatian para kepala negara dari beberapa negara. Larijani mengkritik Trump karena memonopoli diskusi, mengejek para pemimpin lain, serta menyebut pertemuan itu sebagai "pertunjukan Trump".

Dia mengatakan Iran tidak berniat berpartisipasi dalam apa yang dianggapnya sebagai peristiwa yang dipentaskan.

Larijani juga menyoroti hubungan Trump dengan negara-negara Arab yang kaya.

"Trump memandang orang Arab sebagai uang dan hanyalah seorang pengusaha," ujarnya, menggambarkan kebijakan luar negeri Trump lebih bermotif finansial daripada tulus secara diplomatis.

Komentar-komentar ini mencerminkan skeptisisme Teheran yang berkelanjutan terhadap aliansi AS-Arab, bahkan di tengah upaya Iran yang ragu-ragu untuk terlibat secara regional.

Sementara itu, dalam wawancara terbaru dengan majalah TIME, Trump mengatakan bahwa serangan AS terhadap situs nuklir Iran membuat Teheran melemah dan tidak lagi dihormati di kawasan tersebut.

"[Iran] adalah pengganggu yang sangat besar dan kuat. Dan mereka menggunakan kekuatan itu dengan sangat kuat di Timur Tengah, dan mereka benar-benar mengendalikannya. Tetapi mereka tidak lagi mengendalikannya. Mereka sama sekali tidak dihormati lagi," kata Trump.

Trump menambahkan bahwa serangan udara tersebut "mengebom habis-habisan" fasilitas nuklir Iran dan merusak potensi nuklirnya, membuat Teheran berjuang untuk bertahan hidup.

Penyamaan antara Trump dengan Hitler oleh Larijani dan penolakannya terhadap KTT Gaza menandakan bahwa Iran akan mempertahankan sikap konfrontatif terhadap Washington.

Teheran kemungkinan akan terus memajukan program nuklirnya dan menegaskan pengaruh regional sambil secara selektif terlibat dengan sekutu dan pesaing.

Pemulihan sanksi PBB dan negosiasi yang macet dengan Barat menyisakan sedikit ruang untuk kompromi, meningkatkan risiko ketegangan lebih lanjut terkait inspeksi nuklir atau aktivitas militer regional. Sikap Iran akan terus membentuk keamanan Timur Tengah dan memengaruhi hubungan AS-Iran dalam beberapa bulan mendatang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Israel Larang Wartawan...
Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit
Rekomendasi
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved