AS Lakukan Serangan Ke-10 terhadap Kapal Diduga Penyelundup Narkoba di Karibia, 6 Tewas

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 06:31 WIB
loading...
A A A
"Jika Anda seorang teroris narkotika yang menyelundupkan narkoba di belahan bumi kami, kami akan memperlakukan Anda seperti kami memperlakukan al-Qaeda," kata Hegseth dalam postingan tersebut.

"Siang atau malam, kami akan memetakan jaringan Anda, melacak orang-orang Anda, memburu Anda, dan membunuh Anda," lanjut dia, seperti dikutip dari AP, Sabtu (25/10/2025).

Serangan itu juga terjadi beberapa jam setelah militer AS menerbangkan sepasang pesawat pengebom supersonik berat B-1B ke pantai Venezuela pada hari Kamis. Penerbangan itu hanyalah langkah terbaru dalam penumpukan militer yang luar biasa besar di Laut Karibia dan perairan lepas pantai Venezuela yang telah menimbulkan spekulasi bahwa Presiden Donald Trump dapat mencoba menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Maduro sekarang ini menghadapi tuduhan narko-terorisme di AS.

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino telah memberi tahu para pemimpin militernya bahwa pemerintah AS tahu tuduhan perdagangan narkoba yang digunakan untuk mendukung tindakan baru-baru ini di Karibia adalah salah, dengan niat sebenarnya adalah untuk "memaksa perubahan rezim" di negara Amerika Selatan tersebut.

Pernyataan Hegseth seputar serangan baru-baru ini mulai menarik perbandingan langsung antara perang melawan terorisme yang dideklarasikan AS setelah serangan 11 September 2001 dan tindakan keras pemerintahan Trump terhadap pengedar narkoba.

Ketika para wartawan bertanya kepada Trump pada hari Kamis apakah dia akan meminta Kongres mengeluarkan deklarasi perang terhadap kartel-kartel narkoba tersebut, dia mengatakan bahwa itu bukanlah rencananya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved