Bertemu Netanyahu, Wapres AS Vance Sampaikan Pesan Tegas Trump untuk PM Israel
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 16:33 WIB
loading...
Wakil Presiden AS JD Vance bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyampaikan "pesan tegas" dari Presiden Donald Trump selama pertemuan dengan Netanyahu di Yerusalem pada hari Rabu (22/10/2025). Politico melaporkan hal itu, mengutip dua orang yang mengetahui percakapan tersebut yang identitasnya dirahasiakan oleh media AS tersebut.
Serangan Israel pada hari Minggu, yang menewaskan lebih dari 40 warga sipil Palestina, dipandang oleh para pejabat senior AS sebagai tindakan Israel yang "di luar kendali," menurut salah satu sumber.
Komentar publik tersebut "mencerminkan perasaan presiden" tentang tindakan Israel setelah gencatan senjata, Politico melaporkan, mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang juga dirahasiakan identitasnya.
Para pejabat AS, termasuk Trump, juga mengkritik Rancangan Undang-undang (RUU) aneksasi Tepi Barat yang baru dari parlemen Israel, langkah yang oleh para analis dianggap sebagai perubahan yang tidak biasa dari dukungan Washington terhadap kebijakan Israel.
Sejumlah pejabat tinggi AS telah berada di Israel dalam beberapa hari terakhir – pertama utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat presiden Jared Kushner pada hari Senin, kemudian Wakil Presiden JD Vance pada hari Selasa, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada hari Kamis.
Fokus mereka jelas, untuk mencegah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata Gaza yang didukung AS.
Dan itu pada dasarnya berarti memastikan pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak mundur dari perjanjian tersebut, yang mengakhiri perang dua tahun awal bulan ini.
Kehadiran para pejabat AS di Israel telah digambarkan sebagai "pengasuhan" – yang dirancang untuk menekan pemerintah sayap kanan yang ingin mencari alasan untuk melancarkan kembali perang, yang telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina.
Baca juga: Norwegia Ajukan Rancangan Resolusi PBB Desak Israel Penuhi Kewajiban Hukumnya di Gaza
Serangan Israel pada hari Minggu, yang menewaskan lebih dari 40 warga sipil Palestina, dipandang oleh para pejabat senior AS sebagai tindakan Israel yang "di luar kendali," menurut salah satu sumber.
Komentar publik tersebut "mencerminkan perasaan presiden" tentang tindakan Israel setelah gencatan senjata, Politico melaporkan, mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang juga dirahasiakan identitasnya.
Para pejabat AS, termasuk Trump, juga mengkritik Rancangan Undang-undang (RUU) aneksasi Tepi Barat yang baru dari parlemen Israel, langkah yang oleh para analis dianggap sebagai perubahan yang tidak biasa dari dukungan Washington terhadap kebijakan Israel.
Sejumlah pejabat tinggi AS telah berada di Israel dalam beberapa hari terakhir – pertama utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat presiden Jared Kushner pada hari Senin, kemudian Wakil Presiden JD Vance pada hari Selasa, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada hari Kamis.
Fokus mereka jelas, untuk mencegah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata Gaza yang didukung AS.
Dan itu pada dasarnya berarti memastikan pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak mundur dari perjanjian tersebut, yang mengakhiri perang dua tahun awal bulan ini.
Kehadiran para pejabat AS di Israel telah digambarkan sebagai "pengasuhan" – yang dirancang untuk menekan pemerintah sayap kanan yang ingin mencari alasan untuk melancarkan kembali perang, yang telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina.
Baca juga: Norwegia Ajukan Rancangan Resolusi PBB Desak Israel Penuhi Kewajiban Hukumnya di Gaza
(sya)
Lihat Juga :