Berseteru dengan Korut Bersenjata Nuklir, Korsel Akan Kerahkan Rudal Monster Hyunmoo-5

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 14:42 WIB
loading...
Berseteru dengan Korut...
Korea Selatan akan kerahkan rudal monster Hyunmoo-5 akhir tahun ini di tengah meningkatnya perseteruan dengan Korea Utara yang bersenjata nuklir. Foto/IISS
A A A
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) menyatakan akan mulai mengerahkan rudal balistik terbesarnya pada akhir tahun—sebuah proyektil yang dikenal sebagai "rudal monster" Hyunmoo-5 oleh media lokal. Ini menandai peningkatan signifikan persenjataan konvensionalnya di tengah perseteruan dengan Korea Utara (Korut) yang bersenjata nuklir.

Menteri Pertahanan Korsel Ahn Gyu-back baru-baru ini mengatakan kepada Yonhap News bahwa Korea Selatan harus membangun rudal Hyunmoo-5 dalam jumlah yang cukup besar untuk mencapai "keseimbangan teror" dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Utara. Menurutnya, rudal generasi berikutnya dengan kekuatan yang lebih besar lagi juga diperlukan.

Hyunmoo-5 telah diperkenalkan di dalam negeri sebagai jawaban atas seruan yang semakin meningkat untuk penangkal nuklir. Korea Selatan merupakan penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir dan Hyunmoo-5 adalah rudal konvensional.

Baca Juga: Sambut Kunjungan Trump ke Seoul, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik

Apa Itu Rudal Monster Hyunmoo-5?


Hyunmoo-5 adalah rudal balistik dengan berat sekitar 36 ton yang dilaporkan dapat membawa hulu ledak seberat delapan ton.

Rudal ini membawa hulu ledak penghancur bunker, yang berpotensi mampu mencapai kedalaman bawah tanah untuk menghancurkan bunker-bunker yang dijaga ketat tempat para pemimpin Korea Utara mungkin berlindung dalam konflik.

Panjangnya diperkirakan sekitar 16 meter, dan dirancang sebagai rudal permukaan-ke-permukaan, yang mampu diluncurkan dari platform mobile. Jangkauannya dilaporkan bervariasi dari 600 km hingga lebih dari 5.000 km, tergantung pada muatannya.

Seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan kepada The Guardian, Jumat (24/10/2025), bahwa detail teknis spesifik dan jadwal pengiriman tidak dapat dikonfirmasi karena alasan keamanan nasional.

Mengapa Rudal Monster Ini Dikembangkan?


Gagasan rudal monster ini pertama kali muncul setelah serangkaian serangan mematikan oleh Korea Utara pada tahun 2010—penenggelaman kapal perang Cheonan dan pengeboman Pulau Yeonpyeong—yang menewaskan 50 warga Korea Selatan.

Korea Selatan bergantung pada "payung nuklir" Amerika Serikat (AS) sehingga tidak memiliki senjata nuklir sendiri.

"Kami tidak memiliki senjata nuklir, jadi satu-satunya pertahanan yang kami miliki adalah mengembangkan senjata konvensional sekuat mungkin," kata Dr Yang Uk, pakar pertahanan di Asan Institute for Policy Studies di Seoul.

Namun, pengembangan Hyunmoo-5 terhambat oleh pembatasan AS terhadap muatan rudal Korea Selatan hingga tahun 2017, ketika Donald Trump mencabut batasan tersebut setelah uji coba bom hidrogen Korea Utara.

Pengerahan Hyunmoo-5 yang dijadwalkan terjadi ketika Korea Utara memamerkan rudal balistik antarbenua Hwasong-20 miliknya sendiri pada parade militer baru-baru ini, yang berpotensi mampu menyerang daratan AS.

Apa Artinya bagi Hubungan dengan Korut?


Pengerahan rudal monster yang akan datang ini terjadi di tengah ketegangan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pyongyang telah mengabaikan Seoul sejak Presiden Lee Jae Myung menjabat pada bulan Juni, meskipun Lee telah mengajukan tawaran perdamaian.

Lee juga telah merangkul pertahanan mandiri sebagai landasan kepresidenannya, yang mencerminkan pergeseran strategis Korea Selatan yang lebih luas menuju otonomi yang lebih besar.

Dia mengkritik apa yang disebutnya "pola pikir tunduk" dari mereka yang percaya bahwa Korea Selatan tidak dapat mempertahankan diri tanpa dukungan militer asing, meskipun negara tersebut mempertahankan aliansi keamanannya dengan Amerika Serikat.

Korea Selatan diperkirakan menghabiskan 1,4 kali lipat PDB Korea Utara untuk pertahanan setiap tahunnya dan menempati peringkat kelima secara global dalam kekuatan militer. Ekspor senjata telah menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di negara itu sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Berbicara di pameran senjata ADEX Seoul minggu ini, Lee menjanjikan pengeluaran pertahanan yang "lebih besar dari perkiraan" untuk menjadikan Korea Selatan sebagai pusat kekuatan industri pertahanan terbesar keempat di dunia.

Namun, apakah Hyunmoo-5 akan menghalangi provokasi Korea Utara atau justru meningkatkan ketegangan regional masih belum jelas.

Korea Utara kemungkinan akan secara terbuka mengabaikan ancaman konvensional sambil menegaskan superioritas nuklirnya. Namun, Dr Yang Uk yakin kemampuan baru ini seharusnya mengkhawatirkan para pemimpin Pyongyang. "Mereka akan, dan memang seharusnya, takut," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved