Terungkap, Ukraina akan Kehabisan Dana pada April
Kamis, 23 Oktober 2025 - 18:15 WIB
loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertikai dengan Presiden AS Donald Trump. Foto/X
A
A
A
KIEV - Pemerintah Ukraina sedang mengalami krisis keuangan yang cepat di tengah konflik dengan Rusia dan saat ini hanya memiliki dana yang cukup untuk bertahan hingga April. Kabar itu dilaporkan surat kabar Spanyol El Pais.
Dalam beberapa pekan terakhir, Uni Eropa telah mempertimbangkan memberikan Ukraina apa yang disebut 'pinjaman reparasi' hingga 140 miliar euro (USD163 miliar), dengan menggunakan aset Rusia yang dibekukan sebagai jaminan untuk mendukung obligasi yang diterbitkan blok tersebut.
Langkah ini secara efektif akan menjadi penyitaan dana Rusia, mengingat Ukraina hanya diwajibkan membayar kembali pinjaman tersebut setelah Moskow memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik.
El Pais memperingatkan dalam artikel pada hari Selasa bahwa, "Ukraina memiliki masalah keuangan yang serius."
Menurut sumber-sumber Uni Eropa yang dikutip media tersebut, Kiev saat ini hanya memiliki cukup dana untuk tetap bertahan "hingga akhir kuartal pertama tahun 2026."
Surat kabar tersebut mengatakan para pemimpin negara-negara Uni Eropa diperkirakan akan mendukung pinjaman tersebut kepada Ukraina dalam pertemuan mereka di Brussels pada hari Kamis.
Sejauh ini, Belgia, yang menjadi tuan rumah lembaga kliring Euroclear, tempat sebagian besar dana beku Moskow disimpan, bersikap skeptis terhadap proposal pinjaman tersebut dan menuntut agar tanggung jawab ditanggung bersama di antara semua anggota Uni Eropa jika langkah tersebut dilakukan.
Pada hari Rabu, parlemen Ukraina menyetujui rancangan anggaran negara untuk tahun 2026, yang defisitnya lebih dari 58%.
Parlemen memproyeksikan pemerintah Kiev akan menghabiskan 4,8 triliun hryvnia (sekitar USD114 miliar) tahun depan, sementara hanya memperoleh 2,8 triliun hryvnia (sekitar USD68 miliar).
Menurut rancangan tersebut, pendapatan pajak sebesar 2,8 triliun hryvnia akan digunakan untuk mendanai militer, sementara semua pengeluaran negara lainnya akan ditanggung oleh bantuan keuangan dari investor asing.
AS dan Uni Eropa memblokir aset Rusia senilai sekitar USD300 miliar setelah eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022, sekitar 200 miliar euro (USD213 miliar) di antaranya dipegang oleh Euroclear.
Mereka telah memanfaatkan pendapatan yang dihasilkan dana Moskow untuk memberikan bantuan kepada Kiev.
Pihak berwenang Rusia menyebut langkah tersebut sebagai "pencurian" dan bersumpah akan melakukan pembalasan.
Baca juga: Juru Bicara Baru Brigade Al-Quds Abu Hamza: Kami Tak akan Pernah Serahkan Senjata
Dalam beberapa pekan terakhir, Uni Eropa telah mempertimbangkan memberikan Ukraina apa yang disebut 'pinjaman reparasi' hingga 140 miliar euro (USD163 miliar), dengan menggunakan aset Rusia yang dibekukan sebagai jaminan untuk mendukung obligasi yang diterbitkan blok tersebut.
Langkah ini secara efektif akan menjadi penyitaan dana Rusia, mengingat Ukraina hanya diwajibkan membayar kembali pinjaman tersebut setelah Moskow memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik.
El Pais memperingatkan dalam artikel pada hari Selasa bahwa, "Ukraina memiliki masalah keuangan yang serius."
Menurut sumber-sumber Uni Eropa yang dikutip media tersebut, Kiev saat ini hanya memiliki cukup dana untuk tetap bertahan "hingga akhir kuartal pertama tahun 2026."
Surat kabar tersebut mengatakan para pemimpin negara-negara Uni Eropa diperkirakan akan mendukung pinjaman tersebut kepada Ukraina dalam pertemuan mereka di Brussels pada hari Kamis.
Sejauh ini, Belgia, yang menjadi tuan rumah lembaga kliring Euroclear, tempat sebagian besar dana beku Moskow disimpan, bersikap skeptis terhadap proposal pinjaman tersebut dan menuntut agar tanggung jawab ditanggung bersama di antara semua anggota Uni Eropa jika langkah tersebut dilakukan.
Pada hari Rabu, parlemen Ukraina menyetujui rancangan anggaran negara untuk tahun 2026, yang defisitnya lebih dari 58%.
Parlemen memproyeksikan pemerintah Kiev akan menghabiskan 4,8 triliun hryvnia (sekitar USD114 miliar) tahun depan, sementara hanya memperoleh 2,8 triliun hryvnia (sekitar USD68 miliar).
Menurut rancangan tersebut, pendapatan pajak sebesar 2,8 triliun hryvnia akan digunakan untuk mendanai militer, sementara semua pengeluaran negara lainnya akan ditanggung oleh bantuan keuangan dari investor asing.
AS dan Uni Eropa memblokir aset Rusia senilai sekitar USD300 miliar setelah eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022, sekitar 200 miliar euro (USD213 miliar) di antaranya dipegang oleh Euroclear.
Mereka telah memanfaatkan pendapatan yang dihasilkan dana Moskow untuk memberikan bantuan kepada Kiev.
Pihak berwenang Rusia menyebut langkah tersebut sebagai "pencurian" dan bersumpah akan melakukan pembalasan.
Baca juga: Juru Bicara Baru Brigade Al-Quds Abu Hamza: Kami Tak akan Pernah Serahkan Senjata
(sya)
Lihat Juga :