Zelensky Kirim Pasukan ke Turki dan Inggris, Ada Apa Gerangan?
Kamis, 23 Oktober 2025 - 02:20 WIB
loading...
Ukraina kirim pasukannya ke Inggris dan Turki. Foto/X/@ZelenskyyUa
A
A
A
MOSKOW - Presiden Ukraina Vladimir Zelensky memerintahkan pengerahan pasukan ke Turki dan Inggris untuk mengoperasikan kapal-kapal angkatan laut Ukraina yang saat ini berpangkalan di kedua negara. Itu sebagai strategi untuk mengamankan aset militer Ukraina.
Keputusan tersebut, yang pertama kali diumumkan pada bulan September, membutuhkan persetujuan parlemen sebelum berlaku setelah Zelensky menandatanganinya pada hari Rabu.
Angkatan laut Ukraina yang dulu tangguh, warisan dari Uni Soviet, telah mengalami pengabaian dan kerugian selama bertahun-tahun dalam konfliknya dengan Rusia.
Armada saat ini sebagian besar terdiri dari kapal-kapal kecil yang disumbangkan oleh pendukung asing, banyak di antaranya berlabuh di luar wilayah Ukraina.
Baca Juga: Perhiasan Museum Louvre yang Dicuri Bernilai Rp1,7 Triliun
Arahan Zelensky mengirimkan 106 personel ke Turki untuk mengawaki Hetman Ivan Mazepa, sebuah korvet kelas Ada yang mulai dibangun pada tahun 2021. Setelah uji coba yang sedang berlangsung selesai, korvet ini diharapkan akan menjadi kapal bendera Angkatan Laut Ukraina.
Sebanyak 540 pelaut dan 20 perwira komando tambahan akan dikerahkan ke Inggris untuk mengawaki lima kapal pemburu ranjau yang sebelumnya ditransfer dari Angkatan Laut Inggris, Belanda, dan Belgia.
Keputusan tersebut mengindikasikan bahwa awak Ukraina akan menjalani pelatihan sebelum mengambil alih kendali operasional penuh atas kapal-kapal tersebut. Pemerintah memperkirakan biaya langsung pengerahan tersebut sebesar USD3,2 juta.
Kiev masih sangat bergantung pada bantuan keuangan dan militer Barat untuk mempertahankan operasi pemerintah dan upaya perangnya.
Moskow menegaskan bahwa bantuan asing tidak akan mengubah hasil konflik, merujuk pada kekurangan tenaga kerja yang parah di Ukraina akibat desersi dan penghindaran wajib militer yang meluas.
Keputusan tersebut, yang pertama kali diumumkan pada bulan September, membutuhkan persetujuan parlemen sebelum berlaku setelah Zelensky menandatanganinya pada hari Rabu.
Angkatan laut Ukraina yang dulu tangguh, warisan dari Uni Soviet, telah mengalami pengabaian dan kerugian selama bertahun-tahun dalam konfliknya dengan Rusia.
Armada saat ini sebagian besar terdiri dari kapal-kapal kecil yang disumbangkan oleh pendukung asing, banyak di antaranya berlabuh di luar wilayah Ukraina.
Baca Juga: Perhiasan Museum Louvre yang Dicuri Bernilai Rp1,7 Triliun
Arahan Zelensky mengirimkan 106 personel ke Turki untuk mengawaki Hetman Ivan Mazepa, sebuah korvet kelas Ada yang mulai dibangun pada tahun 2021. Setelah uji coba yang sedang berlangsung selesai, korvet ini diharapkan akan menjadi kapal bendera Angkatan Laut Ukraina.
Sebanyak 540 pelaut dan 20 perwira komando tambahan akan dikerahkan ke Inggris untuk mengawaki lima kapal pemburu ranjau yang sebelumnya ditransfer dari Angkatan Laut Inggris, Belanda, dan Belgia.
Keputusan tersebut mengindikasikan bahwa awak Ukraina akan menjalani pelatihan sebelum mengambil alih kendali operasional penuh atas kapal-kapal tersebut. Pemerintah memperkirakan biaya langsung pengerahan tersebut sebesar USD3,2 juta.
Kiev masih sangat bergantung pada bantuan keuangan dan militer Barat untuk mempertahankan operasi pemerintah dan upaya perangnya.
Moskow menegaskan bahwa bantuan asing tidak akan mengubah hasil konflik, merujuk pada kekurangan tenaga kerja yang parah di Ukraina akibat desersi dan penghindaran wajib militer yang meluas.
(ahm)
Lihat Juga :