Ini Alasan Jet Tempur China Tembakkan Suar ke Dekat Pesawat Mata-mata Australia
Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:39 WIB
loading...
Jet tempur Su-35 China tembakkan suar ke dekat pesawat mata-mata Australia di atas Laut China Selatan karena dianggap menyusup ke wilayah kedaulatan China. Foto/news.com.au
A
A
A
BEIJING - Militer China angkat bicara setelah jet tempur Su-35-nya dituduh menembakkan beberapa suar ke dekat pesawat mata-mata P-8 Australia di atas Laut China Selatan pada hari Minggu. Menurut militer Beijing, pesawat Canberra yang bersalah.
Pemerintah Australia telah menyampaikan protes atas apa yang mereka sebut manuver tidak aman dan tidak profesional jet tempur China.
Tidak ada kerusakan pada pesawat P-8A Australia dan personelnya tidak terluka setelah konfrontasi udara tersebut.
Juru bicara Angkatan Udara Komando Teater Selatan China, Kolonel Senior Li Jianjian, mengatakan pesawat Australia secara ilegal menyusup ke wilayah udara China dan harus diusir.
Baca Juga: Bersitegang, Jet Tempur China Tembakkan Suar ke Dekat Pesawat Mata-mata Australia
"Tindakan pesawat Australia tersebut sangat melanggar kedaulatan China," ujar Li, seperti dikutip dari BBC, Selasa (21/10/2025). Dia mendesak Canberra untuk segera menghentikan tindakan pelanggaran dan provokatifnya.
Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Australia (ADF) menyatakan harapannya agar semua negara, termasuk China, mengoperasikan militer mereka secara aman dan profesional.
Ini merupakan insiden terbaru dari serangkaian bentrokan antara militer kedua negara di kawasan tersebut, di mana klaim China yang luas atas pulau-pulau dan singkapan wilayah bertumpang tindih dengan klaim negara-negara tetangganya.
Insiden hari Minggu itu juga terjadi ketika Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sedang menuju Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas AUKUS-kesepakatan kapal selam bernilai miliaran dolar antara Australia, AS, dan Inggris.
Australia juga menuduh sebuah jet tempur China menjatuhkan suar di dekat sebuah pesawat Australia di wilayah tersebut pada bulan Februari. China saat itu menyatakan bahwa jet Australia tersebut sengaja memasuki wilayah udaranya dan bahwa respons Beijing "sah dan terkendali".
Meskipun tidak memiliki klaim atas Laut China Selatan, Australia telah berpihak pada AS dan sekutunya dengan menyatakan bahwa klaim China tidak memiliki dasar hukum.
Pada Mei tahun lalu, Australia menuduh sebuah pesawat tempur China menjatuhkan suar di dekat helikopter Angkatan Laut Australia yang merupakan bagian dari misi Dewan Keamanan PBB di Laut Kuning di lepas pantai Korea.
Pada November 2023, Canberra menuduh Angkatan Laut Beijing menggunakan sonar pulse di perairan internasional lepas pantai Jepang, yang mengakibatkan cedera pada penyelam Australia.
Pemerintah Australia telah menyampaikan protes atas apa yang mereka sebut manuver tidak aman dan tidak profesional jet tempur China.
Tidak ada kerusakan pada pesawat P-8A Australia dan personelnya tidak terluka setelah konfrontasi udara tersebut.
Juru bicara Angkatan Udara Komando Teater Selatan China, Kolonel Senior Li Jianjian, mengatakan pesawat Australia secara ilegal menyusup ke wilayah udara China dan harus diusir.
Baca Juga: Bersitegang, Jet Tempur China Tembakkan Suar ke Dekat Pesawat Mata-mata Australia
"Tindakan pesawat Australia tersebut sangat melanggar kedaulatan China," ujar Li, seperti dikutip dari BBC, Selasa (21/10/2025). Dia mendesak Canberra untuk segera menghentikan tindakan pelanggaran dan provokatifnya.
Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Australia (ADF) menyatakan harapannya agar semua negara, termasuk China, mengoperasikan militer mereka secara aman dan profesional.
Ini merupakan insiden terbaru dari serangkaian bentrokan antara militer kedua negara di kawasan tersebut, di mana klaim China yang luas atas pulau-pulau dan singkapan wilayah bertumpang tindih dengan klaim negara-negara tetangganya.
Insiden hari Minggu itu juga terjadi ketika Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sedang menuju Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas AUKUS-kesepakatan kapal selam bernilai miliaran dolar antara Australia, AS, dan Inggris.
Australia juga menuduh sebuah jet tempur China menjatuhkan suar di dekat sebuah pesawat Australia di wilayah tersebut pada bulan Februari. China saat itu menyatakan bahwa jet Australia tersebut sengaja memasuki wilayah udaranya dan bahwa respons Beijing "sah dan terkendali".
Meskipun tidak memiliki klaim atas Laut China Selatan, Australia telah berpihak pada AS dan sekutunya dengan menyatakan bahwa klaim China tidak memiliki dasar hukum.
Pada Mei tahun lalu, Australia menuduh sebuah pesawat tempur China menjatuhkan suar di dekat helikopter Angkatan Laut Australia yang merupakan bagian dari misi Dewan Keamanan PBB di Laut Kuning di lepas pantai Korea.
Pada November 2023, Canberra menuduh Angkatan Laut Beijing menggunakan sonar pulse di perairan internasional lepas pantai Jepang, yang mengakibatkan cedera pada penyelam Australia.
(mas)
Lihat Juga :