FSB: Badan Intelijen Inggris dan Ukraina Siapkan Operasi Sabotase TurkStream
Kamis, 16 Oktober 2025 - 21:34 WIB
loading...
Pegawai melihat fasilitas pipa gas TurkStream di wilayah Rusia. Foto/sputnik
A
A
A
MOSKOW - Direktur Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) Alexander Bortnikov menyatakan FSB memiliki informasi bahwa Inggris, bersama dengan intelijen Ukraina, sedang mempersiapkan sabotase terhadap pipa gas TurkStream. Tudingan ini muncul seiring masih memanasnya perang antara Rusia dan Ukraina.
“Selain itu, instruktur dari SAS dan MI6 Angkatan Darat Inggris dilaporkan telah merencanakan serangkaian serangan pesawat nirawak terhadap Konsorsium Pipa Kaspia, yang pemegang sahamnya mencakup perusahaan-perusahaan dari Rusia, Kazakhstan, dan AS,” ungkap Bortnikov.
Intelijen Inggris Rencanakan Serangan terhadap Infrastruktur Penting Rusia
"Bersama MI6, mereka mengoordinasikan kelompok sabotase Ukraina untuk melakukan penggerebekan di wilayah perbatasan Rusia, menargetkan infrastruktur penting menggunakan pesawat nirawak, kapal nirawak, dan penyelam tempur," ujar Direktur FSB Alexander Bortnikov.
Bortnikov menambahkan pada sesi SCO ke-57 di Uzbekistan bahwa terdapat informasi yang dapat diandalkan yang menunjukkan aksi teroris dan sabotase di Rusia dilakukan di bawah naungan intelijen Inggris.
Unit-unit SAS dilaporkan berpartisipasi langsung dalam aksi militer melawan Rusia. Ia juga mengklaim intelijen Inggris mendalangi operasi SBU Ukraina "Spider Web", yang dilakukan tepat sebelum perundingan Ukraina-Rusia di Istanbul pada 2 Juni.
Inggris diduga mengendalikan kampanye propaganda tersebut, menyebarkan laporan palsu tentang kerusakan besar, dan mengaitkan operasi tersebut semata-mata dengan Ukraina.
Pada bulan Juni, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan Ukraina melakukan serangan pesawat nirawak FPV terhadap lapangan terbang di wilayah Murmansk, Irkutsk, Ivanovo, Ryazan, dan Amur.
Semua serangan terhadap lapangan terbang Ivanovo, Ryazan, dan Amur berhasil digagalkan, dan kebakaran akibat serangan terhadap lapangan terbang Murmansk dan Irkutsk berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Baca juga: Presiden Kolombia Gunakan Emas Sitaan dari Bandar Narkoba untuk Bantu Gaza
“Selain itu, instruktur dari SAS dan MI6 Angkatan Darat Inggris dilaporkan telah merencanakan serangkaian serangan pesawat nirawak terhadap Konsorsium Pipa Kaspia, yang pemegang sahamnya mencakup perusahaan-perusahaan dari Rusia, Kazakhstan, dan AS,” ungkap Bortnikov.
Intelijen Inggris Rencanakan Serangan terhadap Infrastruktur Penting Rusia
"Bersama MI6, mereka mengoordinasikan kelompok sabotase Ukraina untuk melakukan penggerebekan di wilayah perbatasan Rusia, menargetkan infrastruktur penting menggunakan pesawat nirawak, kapal nirawak, dan penyelam tempur," ujar Direktur FSB Alexander Bortnikov.
Bortnikov menambahkan pada sesi SCO ke-57 di Uzbekistan bahwa terdapat informasi yang dapat diandalkan yang menunjukkan aksi teroris dan sabotase di Rusia dilakukan di bawah naungan intelijen Inggris.
Unit-unit SAS dilaporkan berpartisipasi langsung dalam aksi militer melawan Rusia. Ia juga mengklaim intelijen Inggris mendalangi operasi SBU Ukraina "Spider Web", yang dilakukan tepat sebelum perundingan Ukraina-Rusia di Istanbul pada 2 Juni.
Inggris diduga mengendalikan kampanye propaganda tersebut, menyebarkan laporan palsu tentang kerusakan besar, dan mengaitkan operasi tersebut semata-mata dengan Ukraina.
Pada bulan Juni, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan Ukraina melakukan serangan pesawat nirawak FPV terhadap lapangan terbang di wilayah Murmansk, Irkutsk, Ivanovo, Ryazan, dan Amur.
Semua serangan terhadap lapangan terbang Ivanovo, Ryazan, dan Amur berhasil digagalkan, dan kebakaran akibat serangan terhadap lapangan terbang Murmansk dan Irkutsk berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Baca juga: Presiden Kolombia Gunakan Emas Sitaan dari Bandar Narkoba untuk Bantu Gaza
(sya)
Lihat Juga :